Pasar Rakyat Purbaratu yang berada di Jalan Ciwasmandi, Kelurahan Purbaratu, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, saat ini kondisinya lebih menyerupai monumen anggaran ketimbang berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi sesungguhnya. Meskipun bangunan fisiknya berdiri dengan gagah, denyut nadi kegiatan jual beli di dalamnya nyaris tidak terdengar sama sekali. Hingga awal tahun 2026, pasar ini tetap dalam keadaan sepi, sebuah ironi yang terjadi pada fasilitas publik yang seharusnya menjadi ruang hidup ekonomi masyarakat sekitar.
Kondisi sepi di Pasar Purbaratu bukanlah cerita yang baru. Sejak diresmikan pada tahun 2024, geliat perdagangan di lokasi tersebut belum kunjung menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Fakta mengenai sepinya pasar ini bahkan telah diketahui oleh Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUMKM Perindag) Kota Tasikmalaya setidaknya sepekan terakhir. Namun, hingga saat ini belum tampak adanya langkah strategis yang benar-benar mampu menyentuh akar permasalahan yang dihadapi.
Apeng, pelaku UMKM dari Warung Stabilisasi Inflasi Kota Tasikmalaya (Wangsit), mengungkapkan bahwa dalam sepekan terakhir hampir tidak ada aktivitas berarti di pasar tersebut. Padahal, keberadaan Wangsit selama ini menjadi satu-satunya penggerak darurat yang sesekali membuat pasar ini tampak sedikit hidup. “Kami belum jualan lagi. Jadi kemarin sepi seperti biasa, Sabtu-Minggu juga. Padahal kondisi ini sudah muncul lagi minggu kemarin, tapi belum ada perhatian,” ujar Apeng pada Rabu, 21 Januari 2026.
Keterangan dari petugas kebersihan setempat justru memperjelas kondisi rapuhnya ekosistem Pasar Purbaratu. Aktivitas pasar hampir sepenuhnya bergantung pada keberadaan Wangsit. Di luar itu, tidak ada magnet ekonomi lain yang mampu menarik pedagang maupun pembeli untuk datang. Ketika Wangsit absen, pasar pun kembali lengang dalam keadaan sepi yang nyaris permanen.
Situasi ini menunjukkan bahwa Pasar Purbaratu dibangun tanpa ekosistem yang matang. Sebuah pasar rakyat idealnya harus menjadi simpul interaksi ekonomi harian, bukan sekadar ruang tunggu untuk kegiatan temporer. Ketergantungan pada satu program saja menandakan minimnya perencanaan lanjutan pasca-peresmian, mulai dari pengisian pedagang, strategi promosi, hingga integrasi pasar dengan kebutuhan warga sekitar.
Berdasarkan data aset Pemerintah Kota Tasikmalaya, Pasar Rakyat Purbaratu memiliki luas bangunan sekitar 938 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 2.029 meter persegi milik pemkot. Aset ini dikelola Dinas KUMKM Perindag dan tercatat bernilai Rp1.577.487.000, yang diperoleh sejak tahun 2019. Secara teknis, pasar ini dilengkapi dengan 18 los dan 8 kios. Pembangunannya dimulai pada 2019 dan baru diresmikan lima tahun kemudian, yakni pada 2024.
Pemerintah Kota Tasikmalaya perlu melakukan evaluasi menyeluruh terkait kegagalan fungsi Pasar Purbaratu. Pendekatan yang lebih humanis dan partisipatif dengan melibatkan komunitas lokal, termasuk UMKM seperti Wangsit, sangat diperlukan untuk merancang ulang strategi penghidupan pasar. Pasar harus dikembalikan pada fungsinya sebagai ruang ekonomi yang inklusif, bukan hanya sebagai bangunan fisik yang megah namun kosong makna. Mari bersama-sama menghidupkan kembali denyut ekonomi kerakyatan dengan solusi yang berakar pada kebutuhan masyarakat sekitar.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.