Winter 2026 Anime: Ikoku Nikki

anindya

By anindya

Makio Koudai menjalani hidup dengan jarak emosional yang cukup jauh dari sang kakak kandung. Ketika kabar duka menyatakan bahwa sang kakak telah meninggal, Makio justru tidak merasakan nestapa yang dalam mengingat hubungan mereka yang kurang harmonis. Namun, keadaan berubah drastis ketika ia mengetahui bahwa satu-satunya anak dari almarhum kakaknya kini hidup sebatang kara. Meski pernah terlibat konflik, Makio memutuskan untuk mengambil tanggung jawab dengan mengajak anak tersebut tinggal bersamanya. Sebagai langkah terapi, ia mendorong anak itu untuk mencurahkan segala uneg-unegnya ke dalam sebuah jurnal. Ini adalah kisah menyentuh tentang seorang penyendiri yang kehilangan dan anak kecil yang harus belajar menghadapi realita pahit.

Cakra Bhirawa dari Thecuy.com Newsline memberikan pandangannya mengenai seri ini. Saat pertama kali menyimak animenya, ia sempat bertanya-tanya apakah ini akan menjadi tontonan yang menguras air mata. Ekspektasi ini muncul karena tema yang diusung terasa serupa dengan karya-karya sebelumnya seperti Usagi Drop atau Udon no Kuni, yang mengisahkan anak tunggal yang kehilangan sosok orang tua. Ternyata, dugaan itu tidak meleset jauh. Anime ini menghadirkan nada yang lebih berat, mungkin karena faktor usia penonton yang sudah dewasa sehingga lebih bisa meresapi konflik yang disajikan.

Yang menarik, cerita ini tidak hanya mengangkat satu masalah, melainkan berbagai lapisan konflik yang saling bertautan. Penyampaian ceritanya cenderung banyak menggunakan diam, memberikan kesan serius dan membiarkan penonton meresapi beban emosional yang dialami kedua sisi karakter. Hal ini semakin membuat penasaran bagaimana dinamika kehidupan dua orang dengan kepribadian yang bertolak belakang bisa saling berdampingan.

Secara visual, anime ini tampil sangat minimalis dan sederhana. Tidak ada embel-embel karakter waifu atau husbando yang sering menjadi daya tarik komersial. Fokus utamanya murni pada narasi dua karakter utama dengan latar belakang emosional yang kuat. Lagu tema yang digunakan juga berhasil membangun atmosfer yang sesuai dengan tone cerita yang kelam. Namun, bagi Cakra, intensitas emosi yang tinggi membuatnya agak kesulitan jika menonton secara mingguan, terutama ditambah kesibukan yang ada. Ia kemungkinan akan menyaksikannya kembali di akhir musim dingin melalui platform Crunchyroll untuk menikmati alur cerita secara lebih utuh.

Serial “Ikoku Nikki” (Journal with Witch) ini menghadirkan visual yang cukup mendalam untuk menemani narasi dramatisnya. Berikut adalah beberapa cuplikan gambar dan video trailer resmi yang dirilis oleh tim produksi.

©Yamashita Tomoko, Shodensha/Anime “Ikoku Nikki” Production Committee
©Yamashita Tomoko, Shodensha/Anime “Ikoku Nikki” Production Committee
©Yamashita Tomoko, Shodensha/Anime “Ikoku Nikki” Production Committee

Menghadapi luka batin dan kehilangan memang bukan perjalanan yang mudah, namun proses menuliskannya seringkali menjadi langkah awal untuk menyembuhkan. Kita semua berpotensi menjadi tempat berlindung bagi mereka yang merasa sendirian di dunia ini.

Baca juga Anime lainnya di Info Anime & manga terbaru.

Tinggalkan Balasan