Pantai Santolo di Garut saat ini menjadi sorotan utama publik setelah sebuah insiden dugaan penganiayaan menimpa seorang wisatawan lokal. Kejadian ini diduga berawal dari permasalahan tiket masuk dan telah memicu respons keras dari masyarakat serta pengunjung yang merasa tidak nyaman.
Menyikapi situasi ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut mengambil kebijakan tegas dengan menggratiskan sementara akses masuk ke kawasan wisata Pantai Santolo sejak peristiwa tersebut terjadi. Kebijakan ini masih berlangsung hingga kini tanpa adanya penarikan biaya di gerbang pintu masuk.
Beni Yoga, selaku Kepala Disparbud Kabupaten Garut, memastikan bahwa tiket masuk ke Pantai Santolo saat ini benar-benar gratis. Pihaknya menegaskan bahwa belum ada pemungutan tiket di lokasi masuk karena proses evaluasi masih berjalan.
“Belum (ditiket) masih proses diskusi, (masih gratis) sampai menunggu proses,” ucapnya pada Rabu, 21 Januari 2026.
Beni menekankan bahwa penanganan permasalahan di objek wisata Pantai Santolo menjadi fokus utama saat ini, terutama mengingat mendekatnya musim libur panjang, khususnya libur Lebaran. Sebagai pejabat yang baru menjabat beberapa hari, ia memohon waktu untuk melakukan pendalaman masalah.
“Saya juga mohon waktu, saya baru beberapa hari di Dinas Pariwisata, terus terang ini saya lagi pemetaan, lagi belanja masalah lah, kurang lebih seperti apa,” ungkapnya.
Dalam seminggu terakhir, Beni telah melakukan peninjauan ke sejumlah Unit Pelayanan Teknis (UPT) objek wisata dan menemukan bahwa setiap lokasi memiliki tantangan berbeda. Untuk mencari solusi terbaik di Pantai Santolo, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan melibatkan banyak pihak.
“Kita sudah kumpulkan Forkopimcam, tokoh-tokoh masyarakat yang ada disana, termasuk pelaku usaha dan bisnis disana, termasuk kawan-kawan UPT,” jelasnya.
Setelah pertemuan tersebut, Beni mulai memperoleh gambaran jelas mengenai akar masalah dan menetapkan target langkah-langkah strategis ke depan. Ia menyebutkan diperlukan upaya berkelanjutan untuk mencari solusi terbaik mengingat waktu yang semakin mendekat menuju musim libur Idul Fitri. Saat ini, pihaknya masih terus melakukan pengkajian mendalam untuk menemukan formula penyelesaian yang tepat bagi destinasi wisata andalan Garut tersebut.
Pembebasan tiket sementara di Pantai Santolo menjadi contoh respons cepat pemerintah daerah dalam meredam gejolak sosial di sektor pariwisata. Keputusan ini tidak hanya bertujuan menenangkan masyarakat, namun juga menjadi momentum strategis untuk melakukan audit menyeluruh terkait tata kelola destinasi. Dalam konteks ini, transparansi birokrasi menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan publik yang sempat terganggu akibat insiden tersebut.
Fenomena seringkali terjadi di berbagai destinasi wisata lokal, di mana konflik kecil antara pengelola dan pengunjung dapat dengan cepat meluas jika tidak ditangani dengan komunikasi yang efektif. Sebuah studi kasus menarik pernah terjadi di salah satu objek wisata alam di Jawa Tengah, di mana penerapan sistem tiket digital dan zonasi harga yang jelas berhasil menekan angka konflik hingga 70% dalam tempo enam bulan. Pendekatan ini menunjukkan bahwa kejelasan aturan dan keterlibatan komunitas lokal adalah formula yang tepat untuk menjaga kelestarian destinasi sekaligus kenyamanan pengunjung.
Masa transisi kepemimpinan di dinas pariwisata seringkali menjadi titik kritis dalam pengambilan kebijakan. Namun, situasi ini justru membuka ruang bagi inovasi dan penyegaran tata kelola. Evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek keamanan, pelayanan, hingga infrastruktur, akan menghasilkan fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi lonjakan wisatawan di masa mendatang. Ketika semua pihak—baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat—duduk bersama mencari solusi, destinasi wisata tidak hanya pulih, tetapi juga berpotensi menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Pantai Santolo berpotensi menjadi barometer pariwisata berkelanjutan di Garut jika semua pihak menjadikan insiden ini sebagai titik balik perbaikan. Kini, saatnya kita bersama-sama menjaga keindahan alam dengan tetap mengedepankan sikap saling menghargai. Jangan biarkan kesalahpahaman kecil merusak pesona destinasi yang telah diberikan alam. Mari kita bangun ekosistem pariwisata yang sehat, aman, dan nyaman untuk semua kalangan, karena keindahan tempat wisata akan terasa sempurna ketika ditambah dengan keramahan penduduknya.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.