Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambangi Pondok Pesantren Cipasung di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Selasa, 20 Januari 2026. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyaksikan secara langsung presentasi hasil pelatihan kecerdasan buatan (AI) dan robotik yang diikuti oleh para santri di Aula Ponpes Cipasung.
Para santri menampilkan berbagai inovasi teknologi setelah menjalani pelatihan intensif selama empat hari yang difasilitasi oleh tim Sekretariat Wakil Presiden. Gibran mengaku kagum dengan capaian yang ditampilkan, mengingat durasi pelatihan yang terbilang singkat namun mampu menghasilkan karya yang menarik.
Beberapa inovasi yang dipamerkan mencakup penggunaan AI untuk menilai kebenaran pelafalan saat mengaji. Selain itu, terdapat pula pengembangan aplikasi AI yang berfungsi untuk mendeteksi peluang lowongan kerja di Jepang, menunjukkan adaptasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan global.
Gibran menyatakan bahwa pelatihan AI telah digelar di berbagai pesantren di Indonesia, namun pelatihan robotik yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Cipasung ini merupakan yang pertama kalinya. Dalam sambutannya, Gibran menekankan pentingnya adaptasi generasi muda terhadap perkembangan zaman.
“Seperti contoh yang dipresentasikan oleh santri Cipasung, mengaji pakai AI. Jadi bisa mendeteksi hafalannya salah atau tidak. Bahkan ada juga AI yang bisa mendeteksi lowongan kerja di Jepang,” ujar Gibran.
Teknologi ini memungkinkan koreksi mandiri, memudahkan santri dan guru untuk belajar di luar jam formal. Gibran menegaskan komitmen mendorong anak muda berinovasi di bidang teknologi, sejalan dengan arahan Presiden meningkatkan investasi sumber daya manusia (SDM).
“Kita ingin terus mendorong di kalangan anak muda untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi. Sesuai instruksi Presiden, tingkatkan investasi di bidang SDM, dengan membangun ratusan sekolah rakyat,” kata Gibran. Ia juga meminta Wakil Gubernur Jawa Barat dan bupati setempat untuk mengawal program strategis seperti MBG, CKG, dan sekolah rakyat agar berjalan optimal.
Transformasi Digital di Kalangan Santri
Pemanfaatan kecerdasan buatan di lingkungan pesantren menandai babak baru dalam pendidikan Islam kontemporer di Indonesia. Integrasi teknologi AI untuk memverifikasi bacaan Al-Qur’an menjadi contoh konkret bagaimana tradisi keagamaan dapat berkolaborasi dengan inovasi modern. Sistem ini bekerja dengan menganalisis intonasi dan lafal pengguna, memberikan umpan balik instan mengenai ketepatan hafalan, yang sebelumnya hanya bergantung pada metode guru-murid tradisional.
Di sisi lain, pengembangan aplikasi deteksi lowongan kerja menunjukkan respons adaptif terhadap tantangan ekonomi global. Dengan memanfaatkan AI untuk memetakan kebutuhan pasar tenaga kerja di negara seperti Jepang, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat persiapan karir modern. Ini membuka wawasan santri bahwa kompetensi teknis dan keagamaan dapat berjalan beriringan.
Pelatihan robotik yang digelar untuk pertama kalinya di Cipasung menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mendemokrasikan ilmu pengetahuan teknologi. Meskipun durasi pelatihan hanya empat hari, hasil yang ditunjukkan menegaskan bahwa keterbatasan waktu bukan penghalang bagi generasi muda untuk menyerap ilmu baru, asalkan didukung oleh metode pembelajaran yang efektif dan infrastruktur yang memadai.
Fokus pada pengembangan SDM melalui sekolah rakyat dan program seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) serta CKG (Cegah Kekurangan Gizi) menunjukkan pendekatan holistik pemerintah. Penguasaan teknologi digital diletakkan sebagai fondasi, namun disokong oleh kesehatan fisik dan gizi yang optimal. Sinergi antara kementerian terkait dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan implementasi program-program strategis ini di akar rumput.
Inovasi yang lahir dari ruang kelas pesantren ini menghadirkan perspektif segar tentang masa depan pendidikan di Indonesia. Ketika para santri mampu menciptakan alat bantu mengaji dan pencari kerja secara mandiri, hal tersebut membuktikan bahwa potensi anak bangsa dalam bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) sangat besar jika diberikan ruang dan dukungan yang tepat.
Peran kepala daerah dalam mengawal transformasi digital ini sangat vital. Mereka dituntut untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktif memfasilitasi ekosistem digital di wilayahnya. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga pendidikan seperti pesantren akan mempercepat terwujudnya masyarakat digital yang inklusif dan berdaya saing tinggi.
Melihat antusiasme dan kreativitas yang ditunjukkan para santri, masa depan teknologi Indonesia tampak cerah. Generasi muda yang melek digital dan berakhlak mulia adalah aset tak ternilai. Mari kita terus mendukung setiap langkah inovasi mereka, karena di tangan merekalah Indonesia akan menghadapi tantangan global dengan percaya diri dan solusi yang konkret.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.