Pasar Pananjung di Pangandaran belum tersentuh sentuhan revitalisasi dari pemerintah daerah, meskipun kondisi fisik bangunan dan infrastruktur pendukungnya sudah sangat memprihatinkan. Sebagian besar kios dan ruko di kawasan wisata tersebut telah rusak parah dan dinilai tidak layak pakai, menyisakan duka bagi para pedagang yang sudah puluhan tahun menempatinya.
Seorang pedagang bernama Sobandi menyampaikan kekecewaannya karena kondisi bangunan yang terus memburuk. Ia mengatakan bahwa sejak tahun 2000 silam, ketika wilayah Pangandaran masih bergabung dengan Ciamis, dirinya telah berjualan di lokasi tersebut namun belum ada perbaikan berarti. Sobandi mengaku malu ketika melayani pembeli dari luar daerah lantaran kondisi pasar yang tampak kumuh dan tidak tertata rapi. Menurutnya, kehadiran wisatawan di Pantai Pangandaran sebenarnya memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan, namun fasilitas yang tersedia saat ini tidak mendukung kenyamanan transaksi. Ia berharap jika revitalisasi benar-benar terealisasi, pedagang lama seperti dirinya mendapatkan prioritas perbaikan atau fasilitas ruko gratis agar bisa kembali berjualan dengan layak.
Ketua Himpunan Pedagang Pasar Pangandaran (HP2P), Suryaman, mengungkapkan data yang cukup memprihatinkan terkait eksistensi pasar tersebut. Dari total 700 unit ruko yang tersedia, hanya sekitar 60 persen yang mampu bertahan, sementara sisanya atau sekitar 40 persen terpaksa gulung tikar. Suryaman menilai bahwa penyebab utama kegagalan bisnis para pedagang ini adalah maraknya penjualan online yang menggerus pasar konvensional. Sektor pakaian dan fesyen menjadi yang paling terpukul, di mana banyak pengusaha harus menutup usahanya karena kalah bersaing dengan platform digital.
Di tengah aspirasi pedagang yang menggelora, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami mengungkapkan kendala anggaran. Pemerintah daerah saat ini masih menghadapi keterbatasan keuangan sehingga sulit merealisasikan revitalisasi Pasar Pananjung dalam waktu dekat. Estimasi biaya yang dibutuhkan untuk merevitalisasi pasar ini cukup fantastis, yaitu sekitar Rp 80 miliar. Tanpa dukungan anggaran yang memadai, perbaikan infrastruktur pasar yang krusial ini terpaksa tertunda, meninggalkan para pedagang dalam kondisi yang semakin tidak pasti.
Pasar tradisional seringkali menjadi cerminan dinamika ekonomi masyarakat sekitar, namun keberadaannya saat ini dihadapkan pada tantangan besar antara kebutuhan revitalisasi fisik dan gelombang digitalisasi. Keberadaan pasar konvensional di era modern ini sebenarnya bukan hanya soal bangunan fisik yang megah, melainkan bagaimana strategi bertahan hidup di tengah gempuran teknologi. Pemerintah perlu mempertimbangkan pendekatan dua sisi: memperbaiki infrastruktur fisik agar nyaman bagi wisatawan dan pedagang, sekaligus membekali pelaku usaha dengan kemampuan adaptasi terhadap pasar digital. Revitalisasi pasar modern yang terintegrasi dengan sistem digital atau sentra UMKM bisa menjadi solusi jangka panjang. Jangan biarkan pasar tua yang menjadi saksi bisu perkembangan ekonomi lokal terbengkalai begitu saja, karena di balik tembok yang retak dan atap yang bocor, terdapat ribuan harapan pedagang yang bertahan hidup dari jual-beli kecil-kecilan. Momen ini adalah waktu yang tepat untuk berbenah sebelum sektor riil benar-benar kalah telak dengan dunia maya.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.