Pasukan Israel mengerahkan sejumlah buldoser untuk meratakan bangunan di markas besar UNRWA, yaitu Badan PBB untuk Pengungsi Palestina, yang berlokasi di Yerusalem Timur. Tindakan agresif ini memicu kecaman keras dari pihak Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak agar segera menghentikan aktivitas perusakan tersebut, menegaskan bahwa markas UNRWA memiliki status kekebalan hukum dan tidak boleh diganggu gugat.
Juru bicara Guterres, Farhan Haq, menegaskan permintaan tersebut di depan awak media. Ia menyatakan, “Sekretaris Jenderal mendesak pemerintah Israel untuk segera menghentikan pembongkaran kompleks UNRWA Sheikh Jarrah, dan untuk mengembalikan serta memulihkan kompleks tersebut dan tempat-tempat UNRWA lainnya kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa tanpa penundaan.” Situasi semakin tegang ketika pasukan Israel disebut telah “menyerbu” kompleks tersebut pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 waktu setempat.
Jonathan Fowler, juru bicara UNRWA, mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, pasukan Israel terlebih dahulu mengusir para penjaga keamanan dari area markas sebelum buldoser masuk dan mulai menghancurkan struktur bangunan yang ada di dalamnya. Fowler menilai peristiwa ini sebagai serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap lembaga bantuan kemanusiaan tersebut.
“Ini merupakan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap UNRWA dan bangunannya. Dan hal ini juga merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan hak istimewa serta kekebalan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujar Fowler. Ia juga memberikan peringatan tegas mengenai preseden berbahaya yang ditimbulkan oleh insiden ini. “Ini seharusnya menjadi peringatan. Apa yang terjadi hari ini pada UNRWA dapat terjadi besok pada organisasi-organisasi internasional atau misi diplomatik lainnya di seluruh dunia.”
Visual kehancuran tersebut terekam jelas dalam foto-foto yang dirilis kantor berita AFP, memperlihatkan alat berat sedang merobohkan bangunan di kompleks UNRWA di Yerusalem Timur dengan latar bendera Israel yang berkibar di atasnya. Seorang fotografer AFP yang berada di lokasi juga melaporkan kehadiran Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, yang melakukan kunjungan singkat ke tempat kejadian.
Ben Gvir justru merayakan peristiwa ini sebagai momen penting. Dalam pernyataannya, ia menyebut hari tersebut sebagai “hari bersejarah, hari perayaan, dan hari yang sangat penting bagi pemerintahan di Yerusalem.” Ia menambahkan, “Selama bertahun-tahun, para pendukung terorisme ini berada di sini, dan hari ini mereka disingkirkan dari sini bersama dengan semuanya yang telah mereka bangun di tempat ini. Inilah yang akan terjadi pada setiap pendukung terorisme.” Tuduhan ini sejalan dengan narasi Israel yang kerap menuduh UNRWA memberikan perlindungan kepada militan Hamas, meskipun konflik terkini terus menimbulkan perdebatan sengit mengenai validitas klaim tersebut.
Situasi di Timur Tengah kian memanas dengan insiden penghancuran markas UNRWA ini, menunjukkan betapa rapuhnya status netralitas organisasi internasional di tengah konflik bersenjata. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa ketegangan geopolitik tidak hanya berdampak pada warga sipil, namun juga mengancam institusi-institusi yang bergerak di bidang kemanusiaan. Masyarakat global perlu terus mengawasi perkembangan ini agar prinsip hukum internasional tetap dijaga dan pelanggaran hak asasi manusia dapat ditangani dengan adil.
Bagi pembaca yang ingin memahami dinamika konflik ini lebih dalam, penting untuk terus mengikuti sumber-sumber berita terpercaya dan analisis independen. Kita diajak untuk tidak hanya melihat dari satu sisi, namun memahami kompleksitas sejarah dan politik yang melatarbelakangi konflik ini. Dengan wawasan yang luas, kita bisa berkontribusi dalam menciptakan kesadaran global yang lebih damai dan berpihak pada kemanusiaan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.