TheoTown Mendadak Viral di Kalangan Gamer Indonesia, Ini Alasannya

dimas

By dimas

TheoTown Mendadak Viral di Kalangan Gamer Indonesia, Ini Alasannya

TheoTown adalah game simulasi kota yang dirilis pada tahun 2019, dikembangkan oleh blueflower bersama Lobby Divinus. Permainan ini bisa diakses melalui PC via Steam dan perangkat mobile lewat Play Store. Pemainnya bertindak sebagai manajer kota yang memegang kendali penuh, mulai dari membangun infrastruktur hingga merumuskan kebijakan publik.

Meski mengusung visual yang sederhana, TheoTown justru mendadak viral dan digemari oleh gamer Indonesia. Popularitasnya melesat pesat berkat media sosial dan komunitas online, menarik rasa penasaran banyak orang hingga akhirnya mereka ketagihan memainkannya. Lantas, apa yang membuat game ini begitu digandrungi di Indonesia?

Alasan TheoTown Viral di Indonesia

1. Mudah Viral karena Budaya FOMO
Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) atau rasa takut ketinggalan tren berperan besar dalam melambungkan nama TheoTown. Cuplikan gameplay yang unik dan seringkali nyeleneh bertebaran di TikTok, Instagram, Facebook, hingga X (Twitter). Hal ini memicu rasa penasaran gamer lain yang tidak ingin melewatkan trend yang sedang hangat.

Karena TheoTown dapat dimainkan di hampir semua perangkat, banyak orang langsung mencobanya tanpa perlu membeli hardware baru atau upgrade perangkat. Dari situlah, jumlah pemainnya terus bertambah secara signifikan.

2. Spesifikasi Game yang Rendah
Salah satu kekuatan utama TheoTown adalah spesifikasi minimum yang sangat rendah. Game ini bisa berjalan lancar di PC lawas dengan sistem operasi Windows 7, prosesor kelas Pentium, dan RAM 1 GB. Untuk versi mobile, ukurannya juga relatif kecil, hanya sekitar puluhan megabyte saja.

Di tengah dominasi game modern yang menuntut hardware mahal, TheoTown hadir sebagai alternatif yang ramah di kantong, terutama bagi gamer Indonesia yang seringkali memiliki keterbatasan perangkat.

3. Gameplay Fleksibel
TheoTown menawarkan dua mode bermain yang berbeda. Sandbox Mode memungkinkan pemain membangun kota tanpa batasan dana, cocok untuk bereksperimen dan berkreasi secara bebas.

Sebaliknya, Simulation Mode menghadirkan tantangan realistis. Pemain harus mengatur anggaran, pajak, dan kesejahteraan warga dengan sumber daya yang terbatas. Kombinasi dua mode ini membuat TheoTown bisa dinikmati oleh pemain kasual maupun mereka yang menyukai tantangan manajemen kota.

4. Plugin Lokal yang Bikin Unik
Keunikan lain TheoTown terletak pada sistem plugin buatan komunitas. Pemain bisa menambahkan konten hasil kreasi sendiri, mulai dari bangunan hingga elemen kota lainnya.

Menariknya, banyak plugin yang mengangkat nuansa Nusantara. Mulai dari restoran lokal, perkebunan sawit, hingga gedung DPR versi TheoTown. Fitur ini menjadikan game terasa lebih dekat dengan realitas dan budaya Indonesia, terutama bagi pemain lokal.

5. Media Kritik Sosial dengan Cara Humor
Bagi sebagian pemain, TheoTown bukan sekadar game simulasi kota. Ia juga menjadi wadah roleplay sebagai “pemerintah”. Pemain bebas membuat kebijakan ekstrem, menaikkan pajak secara brutal, atau membangun kota dengan cara absurd yang tak masuk akal.

Pemain menggunakan kreativitas mereka sebagai sarana kritik sosial dan politik secara humoris. Pendekatan ini membuat TheoTown terasa lebih hidup, relevan, dan menghibur di tengah kejenuhan.

TheoTown membuktikan bahwa grafis bukanlah satu-satunya faktor penentu kesuksesan sebuah game. Aksesibilitasnya yang tinggi, fleksibilitas gameplay, serta kreativitas komunitas dalam membuat konten lokal menjadi kunci utama viralnya game ini. Kombinasi spesifikasi ringan, plugin lokal yang khas, dan budaya berbagi di media sosial menjadikannya salah satu game simulasi kota paling ramai dan digemari di Indonesia. Jika kamu mencari game santai yang bisa dimodifikasi sesuka hati dan penuh humor khas anak muda, TheoTown adalah pilihan yang tepat untuk mengisi waktu luang sekaligus melatih imajinasi.

Baca juga games lainnya di Info game terbaru

Tinggalkan Balasan