Bangunan Pusat Pemasaran di Kabupaten Ciamis yang Tidak Terawat Bakal Dikaji Ulang

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Pemerintah Kabupaten Ciamis sedang mengkaji ulang penggunaan aset bangunan di Pusat Pemasaran Bersama (P2B) Cihaurbeuti yang kondisinya saat ini terbengkalai dan kurang perhatian. Bangunan yang berlokasi di Jalan Nasional Cihaurbeutiโ€”jalur penghubung antara Ciamis dan Tasikmalayaโ€”terlihat dipenuhi sampah, rumput liar, serta botol minuman keras. Atap bagian belakang bangunan juga terlihat lapuk dan rusak, menandakan kurangnya perawatan fisik di lokasi strategis tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Priyadi, memastikan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap fasilitas ini. Ia mengungkapkan bahwa P2B Cihaurbeuti sebenarnya sudah masuk dalam skema kerja sama. “Nanti kita kaji ulang P2B di Cihaurbeuti. Sebab, sepengetahuannya P2B di Cihaurbeuti sudah di kerjasamakan,” ujar Andang Firman Priyadi pada Selasa, 20 Januari 2026.

Pemerintah kabupaten membuka peluang kerja sama lanjutan dengan Pemerintah Desa Cihaurbeuti untuk menghidupkan kembali fungsi bangunan tersebut. Andang menyebutkan bahwa pihak desa sebelumnya telah mengajukan permohonan penggunaan aset ini. “Karena memang kemarin di minta bangunan oleh pemerintah Desa Cihaurbeuti, mereka bisa aplikasi penggunaannya. Nantinya kita awasi seperti apa? Karena aset tanahnya masih milik Desa Cihaurbeuti,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Ciamis, Awan Setiawan, angkat bicara mengenai kondisi aset yang tak terawat ini. Ia berencana menelusuri secara langsung fungsi dan status P2B Cihaurbeuti. Awan akan mendatangi Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) untuk menggali informasi lebih dalam terkait kondisi terkini bangunan tersebut.

Warga sekitar, Purbaya (35), turut memberikan keterangan bahwa bangunan ini sudah lama tidak beroperasi. Ia menyebut aktivitas terakhir terjadi sebelum pandemi Covid-19, di mana bangunan itu sempat disewakan sebagai tempat transit perusahaan otobus. “Setelah tidak lagi difungsikan, dibiarkan tanpa ada perawatan bangunan sehingga banyak rumput-rumput liar dan pada kayu-kayunya lapuk,” ungkap Purbaya pada Minggu, 18 Januari 2025.

Purbaya berharap aset strategis di jalur nasional ini bisa diaktifkan kembali untuk menopang perekonomian kreatif dan UMKM. “Berharap bisa diaktifkan kembali untuk kegiatan ekonomi kreatif atau UMKM, sebab di sini jalur ramai,” tutupnya.

Potensi Revitalisasi Aset Strategis

Fenomena bangunan terbengkalai di lokasi vital seperti Cihaurbeuti sering terjadi di banyak daerah. Data menunjukkan bahwa aset milik pemerintah daerah yang tidak termanfaatkan secara optimal seringkali disebabkan oleh kerumitan birokrasi pengelolaan, terutama perbedaan status kepemilikan tanah dan bangunan. Dalam banyak kasus, bangunan berada di atas lahan desa sementara pengelolaan fisiknya menjadi kewenangan kabupaten, menciptakan simpul birokrasi yang menghambat revitalisasi.

Studi kasus serupa pernah terjadi di Kabupaten Bogor dengan aset serupa yang akhirnya diserahkan pengelolaannya ke BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dengan skema bagi hasil. Pendekatan ini terbukti meningkatkan okupansi hingga 70% dalam dua tahun terakhir. Untuk Cihaurbeuti, potensi pengembangan UMKM di jalur nasional cukup tinggi karena aksesibilitas yang baik, namun membutuhkan intervensi modal awal untuk renovasi dan promosi.

Infografis Sederhana:

  • Lokasi: Jalan Nasional Cihaurbeuti (Penghubung Ciamis-Tasikmalaya).
  • Kondisi: Atap lapuk, vegetasi liar, sampah menumpuk.
  • Pemilik Lahan: Desa Cihaurbeuti.
  • Pengelola: Pemkab Ciamis (sedang dievaluasi).
  • Potensi: Sentra UMKM dan transit antar kota.

Melihat kondisi ini, penting bagi pemangku kepentingan untuk segera merumuskan skema kolaborasi yang jelas antara Pemkab, Pemdes, dan pelaku UMKM. Jangan biarkan aset strategis teronggok percuma sementara masyarakat sekitar membutuhkan ruang ekonomi. Jika bangunan ini dioptimalkan, bukan hanya keindahan lingkungan yang pulih, tetapi juga lapangan kerja baru dapat tercipta. Mari kita dorong percepatan revitalisasi aset agar menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat Cihaurbeuti.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan