Rencana pemerintah membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) khusus sektor tekstil menuai tanggapan dari Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi jangka panjang untuk memperkuat industri tekstil nasional, mencakup aspek hulu hingga hilir. Pendanaan proyek strategis ini diperkirakan menelan biaya awal sekitar US$ 6 miliar atau setara Rp 101,17 triliun dengan kurs saat ini, yang akan dialokasikan melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Agus menyampaikan pernyataan tersebut di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, pada Selasa (20/1/2026). Menurutnya, inisiatif ini sejalan dengan arahan Presiden untuk menutup celah defisit neraca perdagangan di industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT). Pemerintah menargetkan dana sebesar Rp 100 triliun agar dapat menopang seluruh siklus produksi, mulai dari bahan baku hingga produk jadi yang siap diekspor.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah mengumumkan pembahasan utama dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, pada Minggu (11/1/2026). Pemerintah secara spesifik memutuskan untuk mendirikan entitas BUMN baru di sektor tekstil, bukan menghidupkan kembali perusahaan yang sudah ada. Kebijakan ini didorong oleh tantangan tarif tinggi dari Amerika Serikat yang memukul daya saing ekspor.
Dalam pertemuan di Hotel Mulia Senayan, Jakarta Selatan (14/1), Airlangga merilis peta jalan revitalisasi industri tekstil nasional. Target ambisius ditetapkan untuk meningkatkan nilai ekspor produk tekstil hingga US$ 40 miliar dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Pendanaan dan strategi ini diharapkan mampu menggerakkan kembali roda industri yang sempat lesu akibat tekanan pasar global.
Industri tekstil Indonesia memang sedang menghadapi ujian berat. Di tengah persaingan ketat dengan negara produsen seperti Vietnam dan Bangladesh, kehadiran BUMN baru ini menjadi angin segar. Dengan modal awal triliunan rupiah, pemerintah berharap bisa membangun ekosistem produksi yang mandiri, mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal di pasar internasional.
Penguatan sektor hulu, seperti industri benang dan kain, menjadi fokus utama. Selama ini, Indonesia masih banyak mengimpor bahan mentah, padahal memiliki potensi besar di sektor hulu. BUMN baru ini diharapkan menjadi katalisator yang mampu menarik investasi besar untuk membangun pabrik-pabrik pengolahan bahan baku, sehingga nilai tambah bisa dinikmati sepenuhnya di dalam negeri.
Di sektor hilir, tantangan utama adalah penetrasi pasar ekspor. Pasar Amerika Serikat yang sebelumnya menjadi tujuan utama kini memberlakukan tarif tinggi. Strategi yang disusun pemerintah tidak hanya soal pendanaan, tetapi juga diplomasi dagang dan inovasi produk. Produk tekstil Indonesia harus mampu bersaing dari sisi kualitas dan keberlanjutan (sustainability) untuk menembus pasar Eropa dan Amerika yang kini mengutamakan standar hijau.
Studi kasus keberhasilan transformasi industri sering kali bergantung pada koordinasi antara hulu dan hilir. Jika BUMN ini mampu menjembatani petani kapas hingga desainer fashion, maka efek multiplier economy akan terasa. Misalnya, pengembangan teknologi serat sintetis dan katun lokal dapat menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus mengurangi defisit transaksi berjalan.
Infografis sederhana yang bisa digambarkan adalah diagram alur nilai tambah: dari bahan baku (hulu) yang diolah menjadi benang, kemudian kain, hingga produk jadi (hilir) seperti pakaian jadi dan furnitur tekstil. Dengan pendanaan Rp 101 triliun, alokasi dana diperkirakan akan dominan ke sektor hulu untuk membangun pabrik serat, sedangkan sisanya untuk modernisasi mesin di sektor hilir guna meningkatkan produktivitas ekspor.
Pemerintah juga perlu memperhatikan aspek keberlanjutan. Industri tekstil sering dikritik karena konsumsi air dan limbahnya yang tinggi. Integrasi teknologi hijau dalam BUMN baru ini akan menjadi nilai jual tersendiri. Penggunaan energi terbarukan dan daur ulang limbah tekstil bisa menjadi contoh bahwa industrialisasi tidak harus merusak lingkungan.
Di sisi lain, tantangan sumber daya manusia (SDM) juga krusial. Revolusi industri 4.0 di sektor tekstil membutuhkan tenaga kerja yang ahli dalam mengoperasikan mesin canggih. BUMN ini diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai produsen, tetapi juga sebagai pusat pelatihan vokasi untuk mencetak teknisi dan desainer handal yang mampu bersaing di pasar global.
Kolaborasi dengan sektor swasta juga penting untuk mempercepat ekspansi. Model kemitraan strategis dengan perusahaan tekstil besar dapat mempercepat transfer teknologi. Jika pemerintah berhasil mengintegrasikan kebijakan fiskal dan moneter yang mendukung, target ekspor US$ 40 miliar dalam 10 tahun bukanlah hal mustahil untuk dicapai.
Transformasi ini adalah peluang emas bagi Indonesia untuk kembali merebut kejayaan industri kreatif. Setiap langkah strategis yang diambil hari ini adalah investasi besar untuk masa depan ekonomi bangsa. Mari bersama-sama mendukung upaya pemerintah membangun industri tekstil yang tangguh, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan, sehingga Indonesia bisa benar-benar berdaulat di sektor manufaktur global.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.