Jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang pertama kali berhasil ditemukan telah sampai di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Proses evakuasi korban berjenis kelamin laki-laki ini telah tiba di lokasi Kampung Lampesu, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana pada sore hari ini.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, membenarkan kedatangan jenazah tersebut di Posko Operasi SAR Gabungan yang berada di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci. “Korban pertama sudah sampai di Lampesu,” ujarnya kepada awak media pada Selasa, 20 Januari 2026.
Proses pencarian dan evakuasi korban ini melalui tahapan yang cukup panjang. Sebelumnya, jenazah ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep pada Minggu, 18 Januari. Untuk mencapai titik evakuasi, jenazah harus ditarik naik ke puncak gunung dengan ketinggian sekitar 200 meter sebelum akhirnya dievakuasi melalui jalur darat menuju Kabupaten Maros.
Mengenai rencana selanjutnya, Andi Sultan menyatakan bahwa evakuasi udara dari Maros ke Makassar masih dalam pertimbangan. Keputusan penggunaan jalur udara atau darat sangat bergantung pada kondisi cuaca saat itu. “Rencananya kalau cuaca baik (jenazah) akan dievakuasi (lewat) udara dari sana. Kalau tidak maka akan dibawa ke jalan poros dekat hutan pendidikan Unhas lalu dibawa pakai ambulans ke Makassar,” jelasnya.
Jenazah direncanakan akan segera dibawa ke RS Bhayangkara di Kota Makassar untuk proses identifikasi lebih lanjut dan penyerahan kepada pihak keluarga.
Kecelakaan pesawat di wilayah Sulawesi Selatan ini menjadi peringatan penting mengenai tantangan navigasi udara di medan pegunungan. Data dari berbagai sumber menunjukkan bahwa faktor cuaca ekstrem seringkali menjadi penyebab utama insiden serupa di area perbukitan. Teknologi navigasi modern memang canggih, namun kecepatan angin dan visibilitas rendah di pegunungan tetap menjadi tantangan terbesar penerbangan regional.
Sebuah studi kasus menarik terjadi pada tahun 2021 di mana sebuah pesawat kecil berhasil mendarat darurat di lereng gunung berkat kecepatan respons pilot dan koordinasi darat yang cepat. Pelajaran yang dapat diambil adalah pentingnya simulasi darurat di area pegunungan dan penguatan jaringan komunikasi SAR. Infografis yang dirilis oleh lembaga penerbangan menunjukkan bahwa 60% insiden di pegunungan terkait erat dengan perubahan cuaca mendadak yang tidak terdeteksi radar permukaan. Pendekatan proaktif dengan memperbanyak titik pantau cuaca di area terpencil menjadi solusi vital untuk meminimalkan risiko di masa depan.
Kita harus menyadari bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap penerbangan. Dukungan doa dan perhatian dari masyarakat sangat dibutuhkan bagi keluarga yang ditinggalkan. Mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan dukungan terhadap proses evakuasi, agar setiap proses berjalan lancar dan memberikan ketenangan bagi semua pihak yang terlibat.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.