Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini semakin meluas dengan keterlibatan aktif dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel Merah Putih). Saat ini, tercatat ada 199 koperasi yang telah menjadi pemasok utama dalam penyediaan menu bergizi tersebut. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan optimisme bahwa kontribusi koperasi ini akan terus bertambah signifikan di tahun-tahun mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan Dadan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta Pusat pada Selasa, 20 Januari 2026.
Dari sisi total pemasok, program MBG telah melibatkan sekitar 61.857 entitas. Di antara jumlah tersebut, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendominasi dengan kontribusi terbesar, mencapai 26.889 pemasok. Rincian lengkap dari total pemasok ini meliputi 7.098 koperasi, 806 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), 82 BUMDesa Bersama (BUMDesma), serta 26.703 pemasok perorangan.
Dadan Hindayana menegaskan komitmen untuk mempercepat jangkauan program MBG melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Target yang ditetapkan adalah membangun 28.000 SPPG di kawasan aglomerasi dan 8.617 di daerah terpencil. Hingga saat ini, terdapat 21.102 SPPG yang telah beroperasi. Dalam proyeksinya, total penerima manfaat program ini diperkirakan mencapai 82,9 juta orang, dengan target pencapaian pada pertengahan tahun. Untuk tahun 2026, total porsi makan yang diproyeksikan mencapai angka Rp 21 miliar.
Data Riset Terbaru:
Pada awal tahun 2025, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melaporkan bahwa efektivitas distribusi pangan melalui koperasi desa mampu mengurangi angka inflasi pangan di pedesaan hingga 2,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa keterlibatan UMKM dalam rantai pasok pemerintah meningkatkan daya saing produk lokal sebesar 15%, yang secara langsung berdampak pada kesejahteraan petani dan pelaku usaha mikro di daerah.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Bayangkan program MBG sebagai sebuah jaring besar yang dirajut oleh ribuan tangan lokal. Alih-alih hanya mengandalkan distributor besar, pemerintah kini memanfaatkan jaringan koperasi desa dan UMKM sebagai “ujung tombak” yang lebih gesit. Ini bukan hanya soal memberikan makanan, tetapi juga soal memutar roda ekonomi desa. Ketika uang Rp 21 miliar dialokasikan untuk membeli bahan baku, maka uang tersebut akan berputar di tingkat petani dan pedagang kecil terlebih dahulu sebelum berubah menjadi nasi bungkus bergizi. Ini adalah strategi “double impact”: menyelesaikan masalah gizi sekaligus menggerakkan ekonomi mikro.
Studi Kasus:
Di Kecamatan Cibiru, Jawa Barat, sebuah Koperasi Desa Merah Putih berhasil mengoptimalkan pasokan sayuran dan telur dari petani lokal untuk memenuhi kebutuhan 5.000 porsi MBG setiap hari. Sebelum adanya program ini, petani sering mengeluhkan harga jual yang rendah akibat tengkulak. Namun, dengan adanya kontrak langsung dari koperasi desa, harga jual petani meningkat 20% dan stok bahan pangan lebih stabil. Model ini kini menjadi percontohan bagi desa-desa lain di wilayah Bandung Raya untuk mengadopsi pola kemitraan yang sama guna memastikan kemandirian pangan lokal.
Kesimpulan
Transformasi sistem pangan melalui keterlibatan koperasi desa dan UMKM bukan hanya soal angka statistik, tetapi tentang membangun ketahanan ekonomi dari akar rumput. Ketika setiap rupiah anggaran berputar di dalam negeri dan menyentuh langsung pelaku usaha mikro, dampaknya bukan hanya pada gizi anak bangsa, tetapi juga pada kesejahteraan petani. Mari kita dukung terus keberlanjutan program ini, karena investasi pada gizi dan ekonomi lokal adalah kunci utama menciptakan masa depan yang lebih sehat dan mandiri bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.