Polisi Bantu Warga Ciputat Atasi Bau Sampah yang Mengganggu Aktivitas Sekolah SD

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Lingkungan belajar mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Huda Sakti, Ciputat, Tangerang Selatan, sempat terganggu akibat menumpuknya sampah di halaman sekolah. Keluhan ini muncul dari para siswa yang merasakan bau tak sedap cukup menyengat di sekitar area sekolah. Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Ciputat Timur segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan kebersihan ini.

Kompol Bambang Askar Sodiq, selaku Kapolsek Ciputat Timur, menegaskan bahwa tumpukan sampah tersebut telah mengganggu aktivitas proses belajar mengajar. Sebagai langkah darurat, pihak kepolisian melakukan penutupan area tumpukan sampah menggunakan terpal pada Senin, 19 Januari 2026. Tindakan ini diambil untuk meminimalisir bau busuk serta mencegah kotoran menyebar ke area lain di lingkungan sekolah.

Upaya ini terus berlanjut hingga keesokan harinya. Pada Selasa, 20 Januari 2026, sampah-sampah yang berserak tersebut akhirnya diangkut dan dibersihkan sepenuhnya. Tujuannya adalah mengembalikan kebersihan dan kenyamanan lingkungan madrasah agar kegiatan belajar siswa dapat berjalan optimal tanpa gangguan bau tidak sedap.

Bambang menegaskan komitmen Polsek Ciputat Timur untuk tetap responsif terhadap segala bentuk aduan dari masyarakat. Ia menyatakan bahwa tindakan ini merupakan wujud pelayanan prima Polri dalam menjaga ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan lingkungan, khususnya di fasilitas pendidikan. Diharapkan dengan respons cepat ini, kegiatan belajar mengajar di MI Al Huda Sakti kembali kondusif.

Sementara itu, Camat Ciputat, Mamat, turut mengimbau seluruh masyarakat untuk lebih tertib dalam membuang sampah. Mengingat kondisi darurat sampah yang sedang melanda wilayah Ciputat dan Kota Tangerang Selatan, kesadaran warga sangat dibutuhkan.

“Meskipun wilayah Ciputat dan Kota Tangerang Selatan saat ini sedang mengalami kondisi darurat sampah, warga tetap bekerja sama, lebih bijak dalam membuang sampah, serta melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga guna menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan bersama,” ujar Mamat.

Kepala MI Al Huda Sakti, Wahyudin, memberikan apresiasi yang tinggi atas respons cepat yang diberikan. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Ciputat, Polsek Ciputat Timur, serta Koramil atas kepedulian mereka terhadap kenyamanan dan kesehatan para siswa di madrasah tersebut.


Permasalahan sampah di area sekolah sering kali menjadi isu krusial yang tidak hanya berdampak pada estetika, tetapi juga kesehatan siswa. Menumpuknya sampah dapat menjadi sarang penyakit dan vektor penularan bakteri atau virus, serta mengganggu konsentrasi belajar karena aroma kurang sedap. Oleh karena itu, pengelolaan sampah di lingkungan pendidikan harus menjadi perhatian serius, bukan hanya pihak sekolah, melainkan juga dukungan penuh dari pemerintah setempat dan kesadaran masyarakat sekitar.

Dalam konteks pengelolaan sampah perkotaan, pendekatan kolaboratif antara kepolisian, pemerintah kecamatan, dan satuan pendidikan merupakan contoh baik dalam menyelesaikan masalah sosial. Ketika terjadi kegagalan sistem pengangkutan sampah yang kerap dialami kota-kota besar, respons cepat seperti yang ditunjukkan Polsek Ciputat Timur menjadi solusi sementara yang krusial. Namun, edukasi tentang pemilahan sampah sejak dini di lingkungan sekolah dapat menjadi langkah preventif jangka panjang.

Berikut adalah data komparatif dampak lingkungan terhadap kesehatan siswa di area sekolah:

| Faktor Pemicu | Dampak Kesehatan | Solusi Mitigasi |
| :— | :— | :— |
| Tumpukan Sampah Organik | Menyebabkan bau busuk, gangguan pernapasan, dan berkembangnya lalat/lalat buah. | Pengangkutan rutin dan penggunaan wadah tertutup. |
| Sampah Anorganik | Menyumbat saluran air (drainase), memicu genangan air dan penyakit DBD. | Program daur ulang dan bank sampah di tingkat sekolah. |
| Kurangnya Kesadaran | Perilaku buang sampah sembarangan merusak ekosistem lingkungan sekitar. | Sosialisasi dan kampanye hidup bersih (PHBS) kepada siswa. |

Pada akhirnya, menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama. Kebersihan lingkungan sekolah yang asri akan menciptakan atmosfer belajar yang lebih fokus dan nyaman bagi generasi penerus bangsa. Mari kita mulai dari hal terkecil, yaitu membuang sampah pada tempatnya, untuk mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas bau tak sedap.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan