Kecelakaan Mobil di Depok Oleng dan Terjun ke Kali Akibat Sopir Mengantuk

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Mobil Daihatsu Gran Max terjun ke dalam aliran sungai di Jalan Raya Krukut, Depok, Jawa Barat, pada Senin dini hari, 19 Januari 2026. Insiden nahas tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WIB dan diduga kuat akibat sang pengemudi yang mengalami kondisi mengantuk parah saat berkendara.

Kapolsek Cinere, Kompol Chairul Saleh, membenarkan kejadian ini merupakan kecelakaan tunggal. Menurutnya, kendaraan roda empat itu melaju dengan kecepatan rendah, sekitar 40 km/jam, namun kurangnya kewaspadaan pengemudi menyebabkan mobil oleng dan akhirnya nyemplung ke kali. Beruntung dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Unit Lantas Polsek Cinere segera merespons kejadian tersebut dengan menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kanit Lantas Polsek Cinere, Iptu Suharyoko, mengungkapkan bahwa proses evakuasi melibatkan armada mobil derek. Petugas kepolisian turut dibantu warga sekitar untuk mengikat badan mobil sebelum diangkat kembali ke permukaan jalan.

“Kami fokus pada pengamanan jalur agar proses evakuasi tidak menimbulkan kemacetan panjang di Jalan Raya Krukut, sekaligus memastikan pengemudi dalam keadaan selamat,” ujar Iptu Suharyoko. Evakuasi dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan arus lalu lintas kembali lancar tanpa hambatan berarti.

Data riset terbaru menunjukkan bahwa kecelakaan akibat microsleep atau mengantuk saat mengemudi menjadi salah satu penyebab utama insiden di jalanan, terutama pada dini hari. Faktor kelelahan fisik dan kurangnya istirahat sebelum berkendara seringkali diabaikan, padahal dampaknya bisa berakibat fatal. Analisis unik menyoroti perlunya edukasi masif mengenai tanda-tanda mengantuk dan pentingnya istirahat yang cukup bagi para pengemudi, baik jarak jauh maupun dekat, untuk mencegah tragedi serupa terulang.

Studi kasus serupa pernah terjadi di ruas tol Cipularang pada tahun 2023, di mana truk kontainer mengalami kecelakaan tunggal akibat sopir tertidur di belakang kemudi. Insiden tersebut menyebabkan kemacetan parah dan kerugian materiil yang signifikan. Infografis yang sering dibagikan oleh kepolisian menunjukkan grafik peningkatan angka kecelakaan saat jam-jam rawan mengantuk, yaitu antara pukul 02.00 hingga 05.00 dini hari, yang menekankan pentingnya kewaspadaan ekstra pada rentang waktu tersebut.

Jangan pernah mengabaikan rasa kantuk saat mengemudi, karena satu detik kehilangan fokus bisa mengubah nasib selamanya. Selalu utamakan keselamatan dengan beristirahat secukupnya sebelum berkendara, atau berhenti sejenak jika rasa lelah mulai menyerang demi menjaga nyawa diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan