BPBD Pastikan Banjir di Jakarta Sudah Surut Sepenuhnya Pagi Ini

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Banjir yang sempat merendam sejumlah titik di Ibu Kota telah benar-benar surut pada Senin pagi, 19 Januari 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memastikan tidak ada lagi genangan air yang tersisa di wilayah mereka.

Mohamad Yohan, selaku Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, menyatakan bahwa per Rabu pagi pukul 07.00 WIB, seluruh area terdampak di Jakarta telah kering. Kejadian banjir sebelumnya terjadi pada Minggu siang, 18 Januari, dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya. Imbasnya, 48 Rukun Tangga (RT) dan 29 ruas jalan sempat terendam air.

Proses penanganan banjir melibatkan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Instansi seperti BPBD, Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Dinas Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Pasukan Penanggulangan Bencana (PPSU) turun tangan mengerahkan personelnya di lapangan. Upaya yang dilakukan meliputi penggunaan pompa portabel untuk menyedot genangan dan memastikan saluran air berfungsi optimal.

Selain aparat pemerintah, masyarakat juga berperan aktif dalam penanganan ini. Tokoh masyarakat, Forum Komunikasi Dini Masyarakat (FKDM), hingga pengurus Rukun Warga (RW) turut membantu proses normalisasi di lingkungan sekitar.

Potensi Banjir di Musim Penghujan

Banjir seringkali menjadi masalah klasik di kota-kota besar dengan tingkat urbanisasi tinggi seperti Jakarta. Fenomena ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari curah hujan ekstrem hingga sistem drainase yang belum sepenuhnya optimal menampung volume air. Ketika hujan deras mengguyur dalam waktu singkat, aliran air permukaan seringkali meluap sebelum sempat terserap ke dalam tanah atau dialirkan melalui saluran pembuangan.

Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kapasitas drainase dan memperbanyak pompa air untuk mempercepat proses penyedotan genangan. Namun, peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan di saluran air, sangat krusial untuk mencegah tersumbatnya aliran air. Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak banjir di masa mendatang.

Langkah Adaptif Menghadapi Banjir

Menghadapi ancaman banjir yang kerap datang tiba-tiba, kesiapan individu dan komunitas sangat diperlukan. Mengingat pola cuaca yang semakin tidak menentu, memahami jalur evakuasi dan menyimpan dokumen penting di tempat aman adalah langkah preventif yang bijak. Selain itu, memantau informasi resmi dari BPBD setempat dapat membantu masyarakat mengambil keputusan cepat saat situasi darurat terjadi.

Peningkatan infrastruktur hijau di perkotaan juga menjadi solusi jangka panjang yang patut digalakkan. Taman kota dan lahan resapan berfungsi sebagai spon alami yang menyerap kelebihan air hujan, mengurangi beban sistem drainase. Dengan pendekatan teknis dan kesadaran sosial yang tinggi, tantangan banjir di Jakarta dapat dikelola secara lebih efektif untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh penghuninya. Mari kita jaga kebersihan saluran air mulai dari lingkungan terkecil untuk mencegah banjir di musim hujan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan