Andre Rosiade Salurkan 1.000 Paket Sembako kepada Warga Pasaman

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI yang berasal dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, kembali menunjukkan perhatiannya kepada masyarakat Sumatera Barat dengan menyalurkan bantuan paket sembako. Sebanyak 1.000 paket kebutuhan pokok tersebut diserahkan kepada warga yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Pasaman.

Aksi sosial ini dilakukan seusai Andre Rosiade menyambangi kediaman Saudah, seorang lansia berusia 67 tahun. Kunjungan tersebut merupakan wujud dukungan moril dan empati terhadap korban penganiayaan akibat keberaniannya menolak aktivitas pertambangan ilegal di Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao, Pasaman.

Andre menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini adalah bukti komitmen Partai Gerindra untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat guna meringankan beban hidup. Bantuan yang diberikan berupa beras, minyak goreng, gula, susu, mi instan, hingga obat-obatan menjadi simbol konsistensi mereka dalam membantu masyarakat.

“Hari ini kami bersama DPC Gerindra Pasaman membagikan 1.000 paket sembako untuk masyarakat Pasaman yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab kami untuk terus hadir dan membantu rakyat,” ujar Andre Rosiade yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) dalam keterangan resmi, Minggu (18/01/2026).

Kegiatan bakti sosial ini turut melibatkan Khairuddin Simanjuntak, yang menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Pasaman. Khairuddin menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara merata ke berbagai titik di Kabupaten Pasaman untuk memastikan manfaatnya tepat sasaran.

“Bantuan ini kita sebar mulai dari wilayah Rao sampai ke Panti, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penduduk di masing-masing daerah,” jelas Khairuddin.

Masyarakat setempat menyambut kegiatan tersebut dengan hangat. Warga mengaku sangat terbantu dengan adanya paket sembako di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Kehadiran Andre Rosiade bersama jajaran Partai Gerindra, didukung oleh unsur kepolisian dan DPRD Provinsi, diharapkan memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Pasaman.

Penyaluran bantuan ini juga turut dihadiri Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, serta Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman. Kehadiran mereka menandakan sinergi lintas lembaga dalam membantu masyarakat.


Berdasarkan data terkini, angka kemiskinan di Sumatera Barat sempat mengalami fluktuasi akibat tekanan inflasi dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada akhir 2023. Bantuan langsung seperti sembako masih menjadi instrumen vital untuk menjaga daya beli masyarakat prasejahtera di pedesaan, termasuk di Kabupaten Pasaman yang notabene memiliki struktur ekonomi berbasis pertanian dan perkebunan. Penolakan warga terhadap aktivitas tambang ilegal juga mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup demi keberlanjutan sumber daya alam jangka panjang.

Dalam perspektif sosial-politik, kunjungan kerja sekaligus aksi sosial yang dilakukan oleh legislator seperti Andre Rosiade seringkali menjadi katalisator percepatan perhatian pemerintah daerah. Fenomena ini menunjukkan bahwa advokasi di tingkat konstituen dapat berjalan simultan dengan program bantuan fisik, menciptakan hubungan simbiosis antara kebutuhan dasar masyarakat dan respons politik. Integrasi dukungan dari aparat kepolisian dan lembaga legislatif daerah dalam kegiatan ini memberikan contoh model penanganan konflik sosial yang holistik, di mana penyelesaian masalah hukum (terkait tambang ilegal) dibarengi dengan pemulihan ekonomi korban.

Kasus yang dialami oleh Ibu Saudah menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan kejahatan lingkungan seringkali memakan korban di tingkat akar rumput. Namun, dukungan komunitas dan pemerintah yang cepat dapat mengubah trauma tersebut menjadi momentum penguatan ketahanan masyarakat. Jika dianalisis lebih dalam, distribusi bantuan yang menyasar wilayah Rao hingga Panti menunjukkan strategi penyaluran yang mempertimbangkan geografi dan kerentanan ekonomi masing-masing sub-wilayah, bukan sekadar pembagian seremonial semata.

Membangun ketahanan masyarakat membutuhkan kolaborasi yang nyata, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari swasta dan elemen masyarakat sipil. Setiap tindakan kebaikan, sekecil apa pun, memiliki potensi besar untuk mengubah nasib seseorang. Mari terus bersinergi dan berkontribusi untuk menciptakan lingkungan yang adil dan sejahtera bagi semua.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan