Seorang pria berinisial FK, berusia 38 tahun, ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap ayah kandungnya sendiri, LHN (75 tahun). Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan Desa Kampung Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, Banten. Motif di balik kejahatan ini diduga kuat berasal dari tekanan finansial, di mana pelaku frustasi lantaran permintaannya untuk mendapatkan dana perbaikan mobil angkutan umum (angkot) tak kunjung dikabulkan oleh sang ayah.
Peristiwa naas tersebut terungkap pada hari Sabtu, 10 Januari 2026, tepat pukul 01.00 WIB. Penemuan jasad korban pertama kali dilakukan oleh adik kandungnya sendiri setelah menerima informasi dari anaknya. “Kabar ini diterima oleh pelapor, yang tak lain adalah adik korban, dari anaknya. Ia kemudian bergegas ke lokasi dan memastikan bahwa kakaknya telah meninggal,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, pada Minggu (18/1).
Saat ditemukan, korban mengalami luka parah di bagian kepala. Adik korban segera melaporkan kejadian ini ke pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Sepatan. Berdasarkan fakta di lapangan, aksi pembunuhan ini dilakukan dengan keji. Tersangka mencekik ayahnya, lalu menghantam tubuh korban menggunakan balok kayu. Tak berhenti di situ, ketika korban terjatuh, FK kembali menghujani wajah ayahnya dengan pukulan hebel berulang kali.
Akibat serangan brutal tersebut, LHN mengalami pendarahan hebat dan retak pada bagian kepala, yang akhirnya menyebabkan kematiannya. Usai melakukan perbuatan sadis itu, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Dari hasil pemeriksaan, motif pembunuhan ini berakar pada masalah ekonomi keluarga. Pelaku sangat membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta ongkos perbaikan mobil angkotnya. Situasi semakin memanas lantaran korban disebut-sebut pernah memberikan janji kepada pelaku akan menyerahkan sejumlah uang hasil penjualan rumah, namun janji tersebut tak kunjung ditepati hingga akhirnya memicu amarah pelaku.
Proses penyidikan dilakukan secara profesional oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Tangerang Kota. Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, mengamankan barang bukti, serta gelar perkara sebelum akhirnya menetapkan FK sebagai tersangka. “Penetapan status tersangka didasarkan pada minimal dua alat bukti yang sah, meliputi keterangan saksi, keterangan ahli, serta barang bukti yang digunakan dalam tindak pidana,” jelas Budi Hermanto.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait pembunuhan. Ancaman hukuman yang menantinya adalah kurungan penjara selama 15 tahun.
Realitas sosial yang terjadi di Tangerang ini kembali membuka borok tentang rentannya pengendalian emosi di tengah tekanan ekonomi yang mencekik. Kasus pembunuhan anak terhadap orang tua—yang seharusnya menjadi tempat berlindung—menjadi ironi pahit bagaimana nafsu duniawi dapat mengaburkan akal sehat dan hubungan kekeluargaan yang sacral. Fenomena ini mengajarkan kita bahwa krisis finansial seringkali menjadi pemicu utama keretakan harmoni dalam rumah tangga, di mana frustrasi yang tak terkelola dengan baik mampu mengubah kasih sayang menjadi kebencian yang berujung pada petaka.
Studi kriminologi menyebutkan bahwa kekerasan dalam keluarga yang dipicu oleh faktor ekonomi cenderung meningkat saat daya beli masyarakat menurun. Banyak individu yang tidak memiliki kemampuan manajemen stres yang cukup, sehingga pelampiasan kemarahan seringkali diambil melalui jalur kekerasan fisik. Kondisi ini diperparah dengan minimnya literasi finansial dan komunikasi konstruktif antar anggota keluarga. Data menunjukkan bahwa kasus pembunuhan dengan pelaku anggota keluarga inti cenderung memiliki motif yang kompleks, tidak hanya sekadar uang, tetapi juga akumulasi dendam yang tidak pernah diselesaikan dengan dialog. Ketika harapan untuk mendapatkan bantuan finansial pupus, titik nadir pun tercapai dan menghasilkan tragedi yang tidak bisa ditarik kembali.
Kasus di Sepatan Timur ini seolah menjadi cermin kelam tentang bagaimana beban hidup yang berlebihan tanpa dukungan emosional yang cukup mampu menghancurkan fundamental keluarga. Pelaku, yang seharusnya menjadi pelindung, justru berubah menjadi ancaman maut bagi orang yang melahirkannya. Ini membuktikan bahwa tekanan finansial yang berkepanjangan tanpa solusi dapat merusak psikologi seseorang secara perlahan namun pasti. Seringkali, konflik yang terpendam—seperti janji penjualan aset yang tidak ditepati—menjadi pemicu ledakan emosi yang tak terkendali. Masyarakat perlu menyadari bahwa penyelesaian masalah keluarga tidak boleh menggunakan kekerasan, seberat apa pun masalah ekonomi yang dihadapi.
Kita harus belajar bahwa komunikasi terbuka dan mencari bantuan mediasi sebelum konflik memanas adalah kunci pencegahan. Pemerintah dan komunitas setempat juga perlu lebih proaktif dalam mendeteksi dini keluarga-keluarga yang rentan konflik akibat masalah ekonomi, agar intervensi dapat dilakukan sebelum jatuh korban jiwa. Hidup ini bukan tentang siapa yang lebih kuat secara fisik, tetapi tentang siapa yang mampu mengendalikan emosinya meski badai masalah menerjang. Jangan biarkan kemarahan sesaat menghancurkan masa depan dan mengubah diri kita menjadi monster di mata orang yang paling kita sayangi. Mari bangun komunikasi yang sehat, selesaikan masalah dengan kepala dingin, dan ingatlah bahwa tidak ada uang yang bisa mengembalikan nyawa orang tua kita.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.