Peristiwa konflik fisik antara pendidik dan peserta didik di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, menjadi sorotan publik. Insiden ini bermula dari video viral berdurasi 58 detik yang memperlihatkan Agus Saputra, seorang guru, terlibat adu jotos dengan siswanya di lingkungan sekolah.
Awal mula keributan terjadi saat Agus sedang menyampaikan materi pelajaran. Diduga, ucapannya melalui mikrofon mengandung unsur penghinaan terhadap sejumlah siswa. Hal ini memicu emosi murid hingga terjadilah perkelahian. Agus kemudian dibawa rekan guru lainnya ke ruangan untuk melerai situasi. Pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jambi pun turun tangan dengan melakukan mediasi bersama forum kecamatan yang dihadiri camat, lurah, serta kapolsek.
Terkait pernyataan yang memancing amarah, Agus Saputra membela diri. Ia mengaku kalimat yang dilontarkannya bermaksud memberikan motivasi, bukan untuk mengejek. “Kalau kita kurang mampu, kalau bisa jangan bertingkah macam-macam,” ucap Agus menirukan ucapannya saat itu. Namun, sejumlah siswa mengklaim bahwa guru tersebut menghina salah satu murid dengan sebutan ‘miskin’.
Situasi semakin memanas karena mediasi yang dilakukan tidak menemui titik temu. Siswa meminta Agus meminta maaf, sementara Agus justru memberikan pilihan kepada siswa untuk membuat petisi jika tidak ingin diajarnya lagi. Ketika proses mediasi gagal, Agus mengaku dikeroyok sejumlah siswa saat berjalan menuju ruang guru. Akibatnya, ia mengalami memar di bagian punggung, tangan, dan pipi.
Melihat situasi yang tidak kunjung reda, Agus Saputra akhirnya memilih menempuh jalur hukum. Ia melaporkan kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan ke Polda Jambi pada Kamis (15/1) malam. Laporan tersebut didampingi oleh kakak kandungnya, Nasir, dengan membawa bukti visum. Agus merasa nama baiknya tercoreng dan mengalami gangguan psikis akibat viralnya video tersebut.
Sementara itu, proses mediasi yang melibatkan Polres Tanjung Jabung Timur, TNI, Kejaksaan, dan Dinas Pendidikan sempat berjalan. Namun, Agus tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Kepolisian menyayangkan insiden ini dan masih mendalami kronologi lengkap kejadian. Akibat konflik ini, aktivitas belajar mengajar di SMK Negeri 3 Berbak sempat terhenti sementara. Pihak sekolah berharap masalah ini segera selesai agar proses pendidikan kembali normal, sementara Dinas Pendidikan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait tuntutan siswa yang meminta Agus tidak lagi mengajar di sekolah tersebut.
Persoalan antara guru dan siswa yang berujung kekerasan belakangan ini memang kerap menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Fenomena ini menunjukkan adanya gap komunikasi yang perlu segera ditutup. Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu pengetahuan, melainkan juga bagaimana cara menyampaikan pesan dengan empati dan kebijaksanaan. Siswa di era digital sangat mudah tersinggung jika merasa harga dirinya dilecehkan, meskipun maksud guru mungkin hanya sekadar memberikan motivasi.
Di sisi lain, guru juga dituntut untuk lebih bijak dalam mengelola emosi dan memilih kata-kata saat menghadapi siswa yang berusia remaja, di mana fase ini identik dengan pencarian jati diri dan mudah memberontak. Konflik di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur menjadi pelajaran berharga bahwa kekerasan, entah dari pihak guru maupun siswa, tidak pernah menyelesaikan masalah. Justru, kekerasan akan melukai psikologis kedua belah pihak dan meninggalkan trauma mendalam.
Solusi terbaik adalah dialog yang konstruktif. Peran orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar sangat krusial dalam membantu menyelesaikan permasalahan ini tanpa harus berakhir di meja hijau. Jika dibiarkan berlarut-larut, konflik ini tidak hanya merugikan individu, tetapi juga citra pendidikan nasional. Oleh karena itu, penting bagi setiap elemen pendidikan untuk mengevaluasi kembali pola komunikasi yang selama ini diterapkan. Mari kita bangun suasana belajar yang kondusif, penuh hormat, dan bebas dari kekerasan demi masa depan generasi bangsa yang lebih cerah.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.