8 Rumah di Probolinggo Rusak Tersapu Puting Beliung, Begini Kondisi Terkini

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Empat kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, porak-poranda diterjang angin puting beliung. Kejadian ini terjadi pada Jumat (16/1) sekitar pukul 15.30 WIB dan mengakibatkan kerusakan signifikan pada infrastruktur warga. Angin kencang yang berputar dengan cepat itu membuat atap rumah rusak dan menumbangkan pohon-pohon besar.

Akibat bencana tersebut, tercatat empat unit rumah warga mengalami kerusakan akibat tertimpa material pohon tumbang. Selain itu, empat bangunan rumah lainnya dilaporkan roboh akibat terjangan angin puting beliung secara langsung. Tidak hanya perumahan, sejumlah fasilitas umum di sekitar lokasi juga tak luput dari kerusakan.

Dari video amatir yang beredar, terlihat jelas kepanikan warga di Kecamatan Leces saat peristiwa alam tersebut terjadi. Dalam hitungan detik, angin berputar kencang merusak atap dan menumbangkan pohon di permukiman serta sepanjang jalan. Desa Leces dan Desa Sumber Kedawung menjadi wilayah yang paling parah terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, membenarkan bahwa angin puting beliung menerjang empat kecamatan sekaligus. Empat kecamatan tersebut meliputi Kecamatan Leces, Gending, Banyuanyar, dan Besuk. Oemar menjelaskan detail kerusakan yang terjadi di lapangan.

“Puting beliung terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Desa Leces dan Desa Sumber Kedawung. Ada empat pohon tumbang yang menimpa empat rumah, serta empat rumah lainnya terdampak langsung angin puting beliung. Pohon tumbang juga terjadi di wilayah Banyuanyar, Besuk, dan Burumbungan Lor,” ujar Oemar menjelaskan situasi yang terjadi.

Data terbaru dari BPBD setempat menyebutkan bahwa total kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Meski demikian, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun warga sempat panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Pemerintah setempat saat ini tengah melakukan pendataan ulang dan pembersihan puing-puing reruntuhan bangunan serta pohon tumbang.

Kajian analisis menunjukkan fenomena angin puting beliung di Probolinggo ini dipicu oleh ketidakstabilan massa udara lokal. Suhu udara yang panas di permukaan bumi bertemu dengan massa udara basah di atasnya, menciptakan pusaran angin kencang dalam waktu singkat. Kondisi geografis Jawa Timur yang berbukit sering menjadi faktor pemicu terbentuknya fenomena cuaca ekstrem ini.

Sebagai studi kasus, kejadian serupa pernah terjadi di berbagai wilayah Indonesia, terutama saat peralihan musim. Angin puting beliung seringkali muncul tiba-tiba tanpa peringatan dini yang jelas, membuat warga minim waktu untuk evakuasi. Infografis cuaca menunjukkan pola awan cumulonimbus yang sangat tebal dan gelap menjadi tanda visual sebelum angin puting beliung terjadi.

Pemerintah daerah mengimbau warga untuk waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang bisa terjadi kapan saja. Masyarakat dihimbau agar segera mencari tempat aman jika melihat tanda-tanda awan gelap pekat mendekat. Mitigasi bencana perlu ditingkatkan dengan memperkuat struktur bangunan dan menjauhkan area tidur dari jangkauan pohon besar.

Jadilah warga yang siaga dan peduli terhadap lingkungan sekitar, karena kewaspadaan dini adalah kunci utama menyelamatkan nyawa dari bencana alam tak terduga. Selalu perbarui informasi cuaca dari sumber resmi dan siapkan rencana evakuasi bersama keluarga.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan