Saudi Cs Bujuk Trump untuk Tahan Diri Tidak Serang Iran

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendapatkan tekanan besar dari sejumlah sekutu Timur Tengah agar tidak melancarkan serangan militer ke Iran. Israel, Arab Saudi, Qatar, dan Oman secara aktif terlibat dalam diplomasi intensif untuk mencegah eskalasi konflik yang dikhawatirkan bisa memicu perang besar.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan telah mendesak Trump untuk menunda setiap rencana agresi militer terhadap Teheran. Permintaan ini disampaikan di tengah memanasnya hubungan antara Washington dan Tehran. Seorang pejabat senior Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Netanyahu meminta presiden AS tersebut memberi ruang bagi Iran.

Tak hanya Israel, negara-negara Teluk juga bergerak cepat. Pejabat senior Arab Saudi menyatakan kepada AFP bahwa Saudi, Qatar, dan Oman memimpin upaya diplomatik untuk meyakinkan Trump. Mereka khawatir serangan militer akan menimbulkan dampak buruk serius di seluruh kawasan dan mengganggu stabilitas regional.

Saran juga datang dari internal pemerintahan AS. Sejumlah pejabat menyampaikan kepada Wall Street Journal bahwa serangan skala besar tidak akan efektif menjatuhkan rezim Iran, melainkan berisiko memicu konflik lebih luas. Selain itu, Amerika Serikat dinilai belum siap secara logistik karena kekurangan aset militer di kawasan tersebut.

Saat ini, Angkatan Laut AS sedang mengerahkan satu kapal induk dari Laut China Selatan untuk memperkuat posisi di Timur Tengah. Sebelumnya, AS telah menarik sebagian personel dari Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar. Departemen Luar Negeri juga telah meminta warga sipil membatasi perjalanan ke kawasan rawan konflik.

Meskipun tekanan dari sekutu terus mengalir, Trump belum mengambil keputusan final. Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz, menegaskan bahwa presiden telah mempertimbangkan segala opsi. Sementara itu, Iran telah mengancam akan membalas serangan apa pun dengan menargetkan kapal-kapal dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

Upaya negara-negara Teluk ini bertujuan mencegah situasi di luar kendali. “Kami memberi tahu Washington bahwa serangan terhadap Iran akan membuka jalan bagi serangkaian dampak buruk,” ucap pejabat Saudi tersebut. Dialog diplomatik terus berlanjut untuk meredakan ketegangan yang semakin membara.

Krisis ini menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas geopolitik di Timur Tengah. Alih-alih mengobarkan perang, pendekatan diplomasi damai justru menjadi kunci untuk menghindari bencana kemanusiaan. Setiap keputusan yang diambil pemimpin dunia hari ini akan menentukan masa depan kawasan dan keselamatan jutaan nyawa.

Penting bagi kita semua untuk menyadari bahwa konflik tidak pernah menyelesaikan masalah secara permanen, melainkan menimbulkan luka baru yang mendalam. Mari kita dorong upaya perdamaian dan dialog terbuka, karena kestabilan dunia bergantung pada kebijaksanaan kita dalam meredam ketegangan sebelum terlambat.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan