Menteri PU Pastikan Semua Jembatan Nasional di Aceh-Sumut Berfungsi Optimal

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan tidak ada lagi wilayah kabupaten maupun kota yang terisolasi pasca bencana banjir dan longsor menerjang Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta Aceh. Pernyataan ini didasarkan pada evaluasi terkini pada hari ke-52 pasca bencana di ketiga provinsi tersebut. “Saat ini, sudah tidak ada lagi kabupaten atau kota yang terputus aksesnya,” ujar Dody dalam taklimat media mengenai perkembangan penanganan bencana di Kantor Kementerian PU.

Perbaikan infrastruktur utama telah menunjukkan kemajuan signifikan. Seluruh jalan dan jembatan nasional yang sebelumnya terdampak kini telah kembali beroperasi. Data mencatat ada 99 ruas jalan nasional dan 33 jembatan nasional yang sempat terputus, namun saat ini sudah bisa dilalui kembali. Meski demikian, sebagian kondisi jalanan dan jembatan tersebut masih bersifat sementara dan belum melalui perbaikan permanen.

Pemerintah saat ini mengalihkan fokus perhatian ke tingkat kecamatan dan desa. Dody menyebutkan masih terdapat sekitar 2.000 jembatan yang terputus dan memerlukan penanganan. “Perhatian utama kini tertuju pada kecamatan dan desa karena masih ada hampir 2.000 jalan serta jembatan daerah yang terputus,” jelasnya.

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa infrastruktur daerah yang rusak akibat bencana mencapai 2.710 unit. Jumlah ini terdiri dari sekitar 1.900 ruas jalan daerah dan 753 jembatan daerah. Hingga saat ini, sekitar 72% jalan daerah telah berfungsi secara fungsional. Namun, penanganan jembatan daerah masih terbatas, baru sekitar 12% yang tertangani. Tingkat kerusakan berat seperti ambles dan putus total membuat proses perbaikan jembatan membutuhkan waktu lebih lama.

Kolaborasi terus dilakukan untuk mempercepat penyelesaian. “Kami bekerja sama secara terus-menerus dengan TNI, Polri, dan masyarakat agar masalah jembatan ini bisa diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” tutur Dody. Berkat kemajuan ini, Dody memastikan seluruh bantuan kini dapat disalurkan melalui jalur darat, meskipun masih ada beberapa jalan dan jembatan yang rusak dan memerlukan perbaikan lanjutan.

Data terkini menunjukkan bahwa pemulihan infrastruktur di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh berjalan cepat dibandingkan bencana serupa di masa lalu. Analisis menunjukkan koordinasi antar kementerian dan pemerintah daerah lebih efektif, mengurangi waktu isolasi wilayah secara drastis. Pendekatan berbasis teknologi dalam pemetaan kerusakan jalan mempercepat prioritas perbaikan.

Studi kasus di Kecamatan Mandailing Natal membuktikan pentingnya gotong royong. Warga lokal bekerja bakti membersihkan material longsor yang menutupi jalan akses utama, membantu alat berat milik PU menjangkau lokasi terpencil. Infografis sederhana menunjukkan grafik penurunan jumlah titik terisolasi dari 45 titik di hari ke-10 menjadi 0 titik di hari ke-52, didukung oleh peningkatan volume bantuan yang masuk melalui jalur darat.

Pemulihan infrastruktur bukan hanya soal membangun kembali, tetapi juga membangun ketangguhan. Setiap jalan yang diperbaiki dan setiap jembatan yang disambung kembali adalah bukti nyata kebersamaan bangsa dalam menghadapi bencana. Teruslah bergerak maju, karena dari setiap reruntuhan selalu ada peluang untuk bangkit lebih kuat dan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan