Dua Tiang Monorel di Rasuna Said Dibongkar, Ini Penampakan Terbarunya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Dua struktur tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, telah dibongkar. Penampakan dua tiang monorel tersebut terlihat berbeda setelah dilakukan pembongkaran. Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (16/1/2026) siang, bagian bekas beton tiang monorel itu sudah tertutupi lakban berwarna kuning-hitam yang dipadukan dengan dua barier beton di atasnya.

Lokasi pembongkaran tepat berada di ujung jalan ketika arah lalu lintas dari Menteng menuju Pancoran. Sementara itu, tiang monorel kedua berada persis di depan Halte Transjakarta Setiabudi. Untuk tiang monorel lainnya yang masih berdiri, tampak dililit lakban kuning-hitam pada bagian besinya yang menjulang tinggi. Salah satu tiang monorel bahkan ditutupi papan putih yang ditempeli kertas bertuliskan ‘tiang monorail 4’.

Warga sekitar, Jackson (44), mengungkapkan bahwa tiang monorel tersebut kerap menjadi biang masalah sebelum akhirnya dibongkar. Menurutnya, tiang-tiang itu sering ditabrak pengendara mobil, terutama saat malam hari. “Malam biasa. Mobilnya ringsek,” ujar Jackson saat ditemui di kawasan Rasuna Said.

Pembongkaran ini merupakan bagian dari rencana besar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Dia menyebut ada 109 tiang monorel yang akan dipotong dan ditata ulang sebagai wujud penataan kawasan. “Jumlah tiangnya ada 109 sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said. Ini akan ditata rapi dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang. Mudah-mudahan September selesai,” kata Pramono saat meninjau pembongkaran pada Rabu (14/1).

Proses pengerjaan dilakukan pada malam hari, tepatnya mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan skema ini dipilih agar pekerjaan tidak mengganggu arus lalu lintas di salah satu ruas jalan utama Jakarta. “Karena kepadatan lalu lintas di Jakarta itu bahkan sampai jam 22.00 malam, window time-nya kami tetapkan dari jam 23.00 sampai dengan pukul 05.00,” jelas Syafrin.

Syafrin menambahkan, pemotongan tiang monorel dilakukan dengan skema satu tiang satu malam. Selama proses berlangsung, tidak ada penutupan jalan total, melainkan hanya penutupan lajur lambat secara bertahap di titik pekerjaan.

Pembongkaran tiang monorel yang terbengkalai ini menandai keseriusan Pemprov DKI dalam menata fasilitas publik. Proses ini menjadi langkah strategis untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan keamanan pengguna jalan. Dengan penataan yang tepat, kawasan ini diharapkan menjadi lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat. Perubahan ini mengajak kita untuk terus mendukung setiap inisiatif perbaikan lingkungan kota demi masa depan yang lebih baik.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan