Tingkat Kepuasan Publik Capai 85,7% atas Kinerja Imigrasi Indonesia

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Berdasarkan data terbaru dari Forum Sipil Bersuara (Forsiber), tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Imigrasi Indonesia menyentuh angka 85,7 persen. Pencapaian ini menempatkan layanan keimigrasian Tanah Air dalam kategori ‘sangat puas’ dan menjadi bukti nyata meningkatnya kepercayaan publik kepada penjaga gerbang negara.

Profesionalisme petugas di lapangan menjadi sorotan utama dengan skor 87,4 persen. Responden menilai adanya peningkatan kompetensi, responsivitas, dan kemampuan memberikan penjelasan prosedur yang jelas. Aspek pelayanan secara umum juga mendapat skor 86,2 persen, terutama terkait kecepatan penyelesaian dan ketepatan hasil pengurusan dokumen seperti paspor dan visa.

Di sisi lain, dimensi integritas dan transparansi meraih nilai 84,9 persen. Mayoritas responden menyatakan tidak menemui pungutan liar dan biaya layanan sudah sesuai regulasi. Sementara untuk akses digital, skor yang diraih adalah 85,1 persen. Digitalisasi dinilai mempercepat akses dan mengurangi waktu tunggu, meskipun masih ada tantangan teknis di sejumlah daerah.

Secara keseluruhan, dimensi kepuasan dan kepercayaan publik mencatat skor 87,0 persen. Penyebaran kepuasan ini merata di seluruh wilayah tanpa perbedaan signifikan antar daerah maupun jenis layanan, menandakan standar pelayanan Imigrasi berjalan konsisten secara nasional. Capaian ini adalah buah dari reformasi pelayanan dan digitalisasi yang mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Untuk memastikan validitas data, survei ini melibatkan 1.200 responden Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang pernah menggunakan layanan imigrasi dalam 24 bulan terakhir. Pengambilan sampel dilakukan secara multistage random sampling dengan margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, serta menggunakan 20 indikator dengan skala Likert 1-5.

Pengumpulan data dilakukan di 15 provinsi yang mencakup tiga kawasan besar Indonesia, yaitu Barat, Tengah, dan Timur, selama periode 17 November hingga 18 Desember 2025. Wilayah Indonesia Barat mencakup DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, dan Riau yang menjadi lokasi dengan volume layanan tertinggi. Kawasan Tengah meliputi Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan, sedangkan Indonesia Timur mencakup NTT, Maluku, Papua, dan Papua Barat untuk memastikan karakteristik layanan unik di wilayah kepulauan terwakili. Pengambilan data dilakukan di kantor imigrasi, TPI bandara dan pelabuhan, serta survei digital.

Imigrasi memegang peranan vital sebagai garda terdepan pengaturan lalu lintas orang antarnegara, yang tidak hanya terkait administratif namun juga aspek keamanan dan kedaulatan. Mengingat minimnya kajian kinerja sektor ini, survei Forsiber menjadi instrumen ilmiah penting untuk mengukur kinerja secara komprehensif dan mendorong peningkatan berkelanjutan.

Transformasi digital dan reformasi birokrasi yang dijalankan Imigrasi terbukti memberikan dampak signifikan bagi kepuasan publik secara merata dari Sabang hingga Merauke. Ke depan, konsistensi dalam menjaga integritas dan meningkatkan kualitas infrastruktur digital akan menjadi kunci utama dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga kedaulatan negara. Teruslah mendukung upaya peningkatan pelayanan publik demi masa depan administrasi yang lebih transparan dan efisien bagi seluruh warga negara.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan