Video yang memperlihatkan sekelompok orang diduga Pak Ogah melakukan pungutan liar dan memasang rantai di gerbang Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi sorotan publik usai viral di media sosial. Namun, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian di lapangan, fakta sebenarnya terungkap berbeda jauh dari narasi yang beredar.
Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, Iptu Aang Kaharudin, menegaskan bahwa rantai serta gembok yang menghalangi akses keluar tol tersebut bukanlah hasil pasangan Pak Ogah. Pihaknya memastikan bahwa penutupan jalan itu dilakukan secara resmi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. “Jadi, penutupan jalan itu memang dari Dishub, dan Dishub sudah menyatakan bahwa gembok penutupan itu dari Dishub,” ujar Aang, mengutip keterangan Antara.
Ternyata, jalan tersebut memang memiliki aturan buka-tutup yang ketat. Informasi dari Dishub menyebutkan bahwa akses jalan ditutup total pada pukul 06.00 pagi hingga pukul 11.00 siang. Setelah jam 11.00 siang, petugas Dishub akan datang untuk membuka gembok dan rantai tersebut sesuai jadwal yang berlaku.
Narasi yang menyebut Pak Ogah menutup jalan dan meminta uang untuk membukanya terbukti hoaks. Faktanya, para pengatur lalu lintas liar tersebut baru mulai beroperasi mengatur arus kendaraan setelah petugas Dishub membuka akses jalan sesuai jam yang ditentukan. “Bukan Pak Ogah yang nutup atau ngerantai. Itu memang dari Dishub. Kalau misalnya jam 11 siang dibuka sama Dishub, baru dia (Pak Ogah) ngatur,” jelas Aang.
Meski tidak terbukti memasang rantai, tiga orang Pak Ogah yang sempat diamankan tetap dibawa ke Mapolsek Cengkareng untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Polisi berencana melakukan pembinaan terhadap mereka. “Paling ini kan masih diambil keterangannya, rencana kita pembinaan saja. Karena, berdasarkan cross-check, bukan mereka yang melakukan penutupan itu,” ungkap Aang.
Situasi di lapangan memanas karena video viral memperlihatkan tiga orang Pak Ogah yang diduga memblokade jalan keluar tol menuju Jalan Outer Ring Road. Mereka menggunakan water barrier dan rantai untuk menghambat kendaraan. Dalam video tersebut, terlihat satu orang berjongkok di sisi jalan, sementara dua orang lainnya berdiri menunggu mobil yang melintas, menciptakan kecurigaan publik tentang praktik pemalakan.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya verifikasi fakta sebelum menyebarkan informasi. Jangan mudah terpancing emosi oleh video singkat tanpa konteks yang jelas. Mari bersama-sama menciptakan ketertiban lalu lintas yang lebih baik dan mendukung kinerja instansi resmi dalam mengatur jalanan ibu kota.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.