Viral Mobil Lawan Arah di Busway Jaktim, Dihentikan Paksa hingga Mundur oleh TransJ

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Sebuah rekaman video berdurasi singkat menjadi sorotan hangat di berbagai platform media sosial. Dalam tayangan tersebut, terlihat sebuah mobil berwarna gelap nekat melaju secara berlawanan arah di jalur khusus bus TransJakarta. Peristiwa yang terjadi di kawasan Matraman, Jakarta Timur ini sontak memicu reaksi beragam dari warganet.

Dalam video yang beredar luas pada hari Kamis, mobil hitam tersebut terlihat bergerak mundur di tengah jalur busway yang sedianya hanya boleh dilalui oleh armada transportasi umum. Situasi semakin genting ketika sebuah bus TransJakarta datang dari arah berlawanan dan terpaksa harus berhenti lantaran terhalang keberadaan mobil pribadi tersebut. Pengemudi mobil hitam itu akhirnya bergegas memundurkan kendaraannya untuk segera keluar dari jalur terlarang.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Eko Aprihanto, memberikan keterangan terkait insiden ini. Menurutnya, pengemudi mobil tersebut awalnya melaju dari arah Salemba menuju Matraman. Namun, saat tiba di persimpangan lampu merah, pengemudi diduga melakukan kesalahan fatal karena masuk ke dalam jalur TransJakarta.

“Di lampu merah Matraman, dia mengambil jalur kanan yang memang dikhususkan untuk contraflow. Padahal, seharusnya dia belok kiri, bukan lurus, karena di situ ada rambu larangan melawan arah atau verboden,” jelas Eko.

Diduga kuat, pengemudi mobil roda empat tersebut tidak memperhatikan rambu lalu lintas yang dipasang di lokasi. Faktor ketidaktahuan atau mungkin pengemudi baru di kawasan tersebut menjadi dugaan sementara penyebab insiden ini.

“Kemungkinan dia orang baru, jadi tidak tahu bahwa yang dia masuki adalah jalur TransJakarta yang mengarah ke utara dari selatan,” imbuh Eko. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi sosok pengemudi di balik kemudi mobil tersebut.


Dunia transportasi perkotaan terus berkembang dengan dinamis, menuntut kesadaran penuh dari setiap pengguna jalan. Insiden pelanggaran rambu lalu lintas, khususnya di jalur khusus seperti TransJakarta, bukan sekadar kesalahan teknis semata, melainkan cerminan dari urgensi peningkatan budaya tertib berlalu lintas. Ketika seseorang mengemudikan kendaraan, tanggung jawab tidak hanya terbatas pada keselamatan diri sendiri, tetapi juga terhadap keberlangsungan sistem transportasi masal yang menjadi urat nadi mobilitas warga Ibu Kota. Tanpa disadari, satu kesalahan kecil seperti salah masuk jalur dapat mengganggu ritme puluhan bahkan ratusan penumpang lainnya yang mengandalkan kepastian waktu.

Bayangkan jika setiap pengendara memiliki kesadaran untuk memperhatikan marka jalan dan rambu lalu lintas dengan lebih teliti. Kita bisa menciptakan ekosistem jalan raya yang lebih aman dan efisien bersama. Jangan biarkan ketidaktahuan atau ketidakpedulian menjadi penghalang bagi kita semua untuk mencapai perjalanan yang nyaman dan selamat. Mari menjadi bagian dari solusi, mulai dari diri sendiri, untuk mewujudkan lalu lintas yang tertib dan beradab demi masa depan kota yang lebih baik untuk kita tinggali bersama.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan