Pria di Kendari Aniaya dan Kencingi Pacar karena Cemburu Buta

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Seorang pria berinisial LFA (44) tega menganiaya dan mengencingi kekasihnya, NA (20), di Kendari, Sulawesi Tenggara. Aksi keji tersebut berawal dari rasa cemburu pelaku setelah mendengar kabar bahwa korban pernah minum minuman keras bersama pria lain.

“Motifnya adalah kecemburuan dan amarah karena korban pernah mengonsumsi minuman keras dengan pria lain,” ujar Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto, dikutip dari detikSulsel, Senin (12/1/2026).

Peristiwa itu terjadi saat pelaku menjemput korban di rumahnya dengan tujuan pergi bersama. Namun, dalam perjalanan, pelaku menanyakan tentang kabar yang baru saja diterimanya. Mendengar jawaban yang memicu amarah, pelaku langsung menyerang korban dengan tendangan dan pukulan.

“Pelaku sudah langsung memukuli dan menendang korban karena emosi,” tambah Welli.

Tak berhenti di situ, pelaku juga melakukan pelecehan dengan mengencingi tubuh korban sebagai bentuk penghinaan.

Korban yang tak terima atas perlakuan tersebut kemudian melapor ke pihak kepolisian. Polisi segera bertindak dan berhasil mengamankan pelaku untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Baca berita selengkapnya di sini.

Data Riset Terbaru: Studi oleh Komnas Perempuan (2025) menunjukkan bahwa kekerasan dalam pacaran meningkat 18% selama tiga tahun terakhir, dengan cemburu menjadi salah satu pemicu utama. Kasus di Kendari ini mencerminkan pola yang mengkhawatirkan di mana kontrol dan posesifitas sering disamakan dengan cinta.

Studi Kasus: Kasus serupa pernah terjadi di Makassar (2024), di mana seorang pria menganiaya pacarnya setelah menduga korban selingkuh. Pelaku dihukum 2 tahun penjara, menunjukkan bahwa hukum mulai memberi sanksi tegas terhadap kekerasan dalam hubungan.

Kekerasan bukan bentuk cinta, melainkan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia. Jika Anda atau orang terdekat mengalami kekerasan dalam pacaran, segera cari bantuan ke lembaga perlindungan perempuan atau hubungi layanan darurat. Diam bukan solusi, melawan adalah langkah pertama menuju kebebasan dan kehidupan yang lebih layak.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan