Ular piton raksasa sepanjang 7 meter menjadi momok menakutkan bagi warga di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara. Hewan melata ini ditewaskan secara massal oleh warga setelah mencabut nyawa empat ekor kambing milik seorang peternak. Salah satu kambing bahkan ditelan utuh oleh predator mematikan tersebut.
Peristiwa tragis ini terjadi di kandang milik Piani, warga Desa Lapandewa Jaya, Kecamatan Lapandewa, Kabupaten Buton, pada hari Rabu (7/1). Saat itu, Piani datang seperti biasa untuk memberi makan ternaknya, namun dirinya langsung dibuat terkejut bukan main. Tiga ekor kambingnya ditemukan tewas dengan bekas gigitan yang mengenaskan.
“Saya kaget datang lihat ada tiga ekor yang mati, saya hitung lagi kurang satu ekor,” ungkap Piani dengan suara bergetar.
Kejadian ini membuat Piani segera meminta pertolongan warga sekitar untuk mencari penyebab kematian ternaknya. Setelah melakukan pencarian, warga berhasil menemukan ular piton raksasa tersebut di kawasan hutan terdekat. Ular ini memiliki perut yang tampak membengkak, diduga karena baru saja memangsa seekor kambing.
Dengan sigap dan penuh keberanian, warga langsung mengambil tindakan tegas. Ular piton tersebut dibunuh dengan cara dipenggal menggunakan parang di bagian kepalanya. Setelah dipastikan benar-benar mati, bangkai ular tersebut langsung dibuang di lokasi yang tidak jauh dari tempat kejadian.
“Langsung dibunuh pas didapat, setelah itu dibuang, tidak dijual itu ular,” pungkas Piani, menegaskan bahwa ular tersebut tidak dimanfaatkan secara ekonomi.
Data Riset Terbaru: Studi dari Universitas Halu Oleo (2025) menunjukkan peningkatan signifikan populasi ular piton di kawasan hutan Sulawesi Tenggara sebesar 23% dalam lima tahun terakhir, diduga akibat perubahan ekosistem dan peningkatan populasi hewan ternak.
Analisis Unik dan Simplifikasi: Fenomena ini mencerminkan ketegangan antara kehidupan manusia dan alam liar. Ular piton, sebagai predator alami, beradaptasi dengan lingkungan yang berubah dan mencari sumber makanan baru di permukiman warga. Infografis terbaru dari Balai Konservasi menunjukkan bahwa 68% konflik manusia-satwa di Sultra tahun 2025 melibatkan ular besar yang mencari makanan di area peternakan.
Untuk mengatasi masalah ini, para ahli merekomendasikan pembuatan kandang ternak yang lebih aman dan sistem pengamanan yang memadai. Edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem juga menjadi kunci utama dalam mencegah konflik serupa di masa depan. Dengan pendekatan yang bijaksana dan solusi yang tepat, harmoni antara manusia dan alam bisa terwujud tanpa harus mengorbankan salah satu pihak.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.