Taman di Wilayah Perbatasan Kota Banjar Terabai dan Rusak

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Taman kota di area ruang terbuka hijau (RTH) kawasan tugu perbatasan Langensari (Kota Banjar) dan Lakbok (Kabupaten Ciamis) terlihat terbengkalai. Pohon-pohon di sekitarnya tampak tidak terawat, rantingnya berserakan, tembok pembatas yang mengelilingi pepohonan retak, dan rumput tumbuh liar hingga menutupi area tersebut. Kondisi ini menjadi sorotan warga yang melintas, termasuk Asep Cahya, seorang pengendara sepeda motor yang kebetulan melewati jalur tersebut.

Asep mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi taman yang seharusnya menjadi tempat nyaman, sejuk, dan rapi bagi masyarakat. Namun kenyataannya, taman tersebut justru terlihat kumuh dan tidak menarik untuk dikunjungi. “Kalau kondisinya seperti ini, siapa yang mau singgah? Tampaknya kurang dirawat dan minim perhatian,” ujarnya pada Minggu, 11 Januari 2026.

Ia menambahkan, jika taman tersebut dirawat dengan baik, tentu akan menjadi tempat istirahat yang menyenangkan bagi pengendara yang melintas. Meski awalnya berniat singgah sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke pusat kota Banjar, Asep akhirnya membatalkan niatnya karena kondisi taman yang tidak bersih. “Coba kalau taman bersih, nyaman, dan sampah-sampah seperti ranting kering dan plastik dibersihkan, pasti lebih enak buat duduk-duduk sejenak,” ucapnya.

Asep berharap pemerintah setempat lebih intensif dalam merawat taman di kawasan perbatasan tersebut. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar, Asep Tatang Iskandar, mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan arahan kepada petugas pasapon untuk melakukan perawatan rutin. Meski jumlah tenaga pasapon terbatas, pihaknya tetap berkomitmen untuk merawat seluruh RTH di Kota Banjar.

“Petugas pasapon sudah diberi arahan, walaupun SDM-nya terbatas, tetap harus merawat RTH. Kedepannya, kami akan pastikan taman-taman di RTH dikelola secara bertahap agar lebih baik, nyaman, dan bersih,” ujarnya.

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan penelitian dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2025, ruang terbuka hijau (RTH) yang terawat dapat meningkatkan kualitas udara hingga 30% dan menurunkan suhu mikro sekitar 2-3°C. Selain itu, taman kota yang bersih dan rapi dapat meningkatkan aktivitas sosial masyarakat hingga 40%, serta menjadi penyeimbang lingkungan perkotaan yang padat.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Taman kota bukan sekadar hiasan, melainkan bagian penting dari ekosistem perkotaan. Taman yang terawat dapat menjadi paru-paru kota, tempat rekreasi, sekaligus sarana edukasi lingkungan. Namun, jika dibiarkan terbengkalai, taman justru menjadi tempat bersarangnya sampah dan sarang nyamuk, bahkan berpotensi menurunkan nilai estetika kota.

Studi Kasus:
Di Kota Bandung, revitalisasi Taman Lansia pada 2023 berhasil meningkatkan kunjungan masyarakat hingga 60%. Faktor keberhasilannya adalah perawatan rutin, kebersihan, dan adanya fasilitas pendukung seperti tempat duduk, jogging track, dan area bermain anak. Ini membuktikan bahwa taman yang dirawat dengan baik dapat menjadi daya tarik dan ruang interaksi sosial yang positif.

Infografis:

  • Luas RTH Ideal: 30% dari total luas kota (berdasarkan Permen PU No. 5 Tahun 2008).
  • Manfaat RTH: Menyerap polusi, menurunkan suhu, meningkatkan kesehatan mental, dan menjadi habitat flora-fauna.
  • Tantangan: Kurangnya SDM, anggaran terbatas, dan kesadaran masyarakat.

Jangan biarkan taman kota menjadi beban yang terlupakan. Mari jadikan ruang hijau sebagai napas segar bagi kota, tempat berkumpul, belajar, dan bernapas. Perawatan bukan kemewahan, tapi kebutuhan. Jadikan setiap taman sebagai simbol kepedulian dan kualitas hidup yang lebih baik. Mulai dari yang kecil, tapi pasti.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan