Gempa dengan magnitudo 2,3 mengguncang wilayah Pangandaran, Jawa Barat pada Sabtu dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kejadian tersebut terjadi pada pukul 00.25 WIB dengan pusat gempa terletak 66 kilometer arah barat daya Kabupaten Pangandaran.
Berdasarkan data BMKG, gempa ini berada pada kedalaman 97 kilometer di bawah permukaan laut. Titik koordinat gempa berada pada posisi 8,30 derajat Lintang Selatan dan 108,45 derajat Bujur Timur. Dengan magnitudo yang tergolong kecil, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan.
BMKG juga mengingatkan bahwa informasi ini disampaikan dengan mengutamakan kecepatan penyampaian, sehingga data yang diperoleh masih bersifat sementara dan dapat mengalami perubahan seiring dengan kelengkapan data yang diperoleh oleh sistem pemantauan gempa.
Data Riset Terbaru:
Studi terbaru dari Pusat Studi Kebencanaan Universitas Padjadjaran (2025) menunjukkan bahwa wilayah Pangandaran merupakan bagian dari zona subduksi Laut Jawa yang aktif secara seismik. Meskipun gempa dengan magnitudo kecil seperti ini jarang menimbulkan dampak serius, namun kawasan ini tetap perlu diwaspadai karena potensi terjadinya gempa besar di masa depan. Penelitian tersebut merekomendasikan peningkatan sistem peringatan dini dan edukasi kebencanaan bagi masyarakat pesisir.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Gempa bumi sebenarnya adalah fenomena alam yang terjadi ketika energi di dalam kerak bumi dilepaskan secara tiba-tiba. Di wilayah Jawa Barat, khususnya Pangandaran, aktivitas ini terkait dengan pergerakan lempeng tektonik Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia. Meskipun magnitudo 2,3 tergolong sangat kecil (hanya bisa dirasakan oleh sedikit orang di dalam bangunan), namun kejadian ini menjadi pengingat bahwa kawasan ini berada di zona rawan gempa.
Studi Kasus:
Pada tahun 2006, Pangandaran pernah mengalami gempa besar berkekuatan magnitudo 7,7 yang kemudian disusul tsunami. Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana. Saat ini, sistem peringatan dini telah ditingkatkan dan masyarakat dilatih untuk melakukan evakuasi mandiri ketika terjadi gempa besar.
Infografis (Konsep):
- Magnitudo: 2,3 (Skala Richter)
- Kedalaman: 97 km
- Lokasi: 66 km barat daya Pangandaran
- Waktu: 00.25 WIB
- Potensi Dampak: Sangat kecil, tidak berpotensi tsunami
Menghadapi kondisi geologis yang dinamis, penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan memahami tindakan yang harus diambil saat terjadi gempa bumi. Kesiapsiagaan sejak dini dapat menyelamatkan nyawa dan meminimalkan kerugian material. Mari jadikan kesadaran kebencanaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan rawan bencana alam.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.