Bantuan Pangan Mengalir ke Daerah Bencana di Sumatera, Ini Laporannya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melaporkan secara rinci penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat yang terkena dampak banjir dan longsor di tiga wilayah, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Menurut Rizal, data per tanggal 8 Januari 2026 menunjukkan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk bencana alam (bencal) di Aceh telah berhasil disalurkan sebanyak 12.561 ton, sedangkan beras cadangan daerah yang sudah tersalurkan mencapai 154 ton. Ia menegaskan bahwa bantuan pangan beras berdasarkan instruksi presiden yang diterima Bulog untuk Aceh berjumlah total 8.922 ton, ditambah minyak goreng sebanyak 1.784 kiloliter. Wilayah pertama yang mendapatkan bantuan adalah Takengon dan Bener Meriah saat bencana terjadi, kemudian dilanjutkan ke Aceh Tamiang serta daerah-daerah lainnya.

Untuk Sumatera Utara, penyaluran bantuan beras pemerintah untuk bencana alam telah mencapai 5.098 ton, ditambah bantuan dari pemerintah daerah sekitar 57 ton. Selain itu, bantuan pangan beras bagi masyarakat tercatat sebanyak 15.211 ton, serta minyak goreng sebesar 3.042 ton.

Di Sumatera Barat, bantuan beras yang telah disalurkan mencapai 1.609 ton, dengan tambahan bantuan daerah sebesar 160 ton. Bantuan pangan beras untuk masyarakat tercatat sebanyak 6.795 ton dan minyak goreng sebesar 1.359 kiloliter.

Ahmad Rizal menekankan bahwa bantuan pangan tidak hanya mencakup bahan pangan, tetapi juga dana dan bantuan lainnya. Ia menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini telah berjalan dengan baik dan lancar. Ia juga mengonfirmasi bahwa masa tanggap darurat di Sumatera Barat telah selesai.

Berdasarkan data yang dilaporkan oleh Perum Bulog, distribusi bantuan pangan pasca-bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah dilakukan secara masif dan terkoordinasi. Di Aceh, total bantuan beras dari pemerintah pusat mencapai 8.922 ton, sementara minyak goreng mencapai 1.784 kiloliter. Penyaluran bantuan ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari daerah yang terdampak paling parah seperti Takengon dan Bener Meriah, kemudian dilanjutkan ke daerah-daerah lainnya.

Di Sumatera Utara, bantuan beras dari pemerintah pusat mencapai 5.098 ton, ditambah bantuan dari pemerintah daerah sebesar 57 ton. Selain itu, bantuan pangan beras bagi masyarakat mencapai 15.211 ton, serta minyak goreng sebesar 3.042 ton. Di Sumatera Barat, bantuan beras yang telah disalurkan mencapai 1.609 ton, dengan tambahan bantuan daerah sebesar 160 ton. Bantuan pangan beras untuk masyarakat tercatat sebanyak 6.795 ton dan minyak goreng sebesar 1.359 kiloliter.

Penyaluran bantuan ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam menangani dampak bencana alam, khususnya banjir dan longsor yang melanda tiga wilayah tersebut. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa bahan pangan, tetapi juga mencakup dana dan bantuan lainnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi selama masa pemulihan pasca-bencana.

Masa tanggap darurat di Sumatera Barat telah dinyatakan selesai, menandakan bahwa penanganan bencana di wilayah tersebut telah memasuki tahap pemulihan. Namun, distribusi bantuan terus dilakukan untuk memastikan masyarakat yang terdampak dapat kembali bangkit dan memulihkan kehidupan mereka.

Studi Kasus: Penanganan Bencana di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang merupakan salah satu wilayah yang terdampak parah akibat banjir dan longsor. Dalam studi kasus ini, dapat dilihat bagaimana penanganan bencana dilakukan secara terkoordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga-lembaga terkait seperti Perum Bulog. Penyaluran bantuan pangan dilakukan secara bertahap, dimulai dari daerah yang terdampak paling parah, kemudian dilanjutkan ke daerah-daerah lainnya.

Infografis: Distribusi Bantuan Pangan Pasca-Bencana

  • Aceh: 12.561 ton beras, 154 ton beras cadangan daerah, 8.922 ton beras pemerintah, 1.784 kiloliter minyak goreng
  • Sumatera Utara: 5.098 ton beras, 57 ton beras cadangan daerah, 15.211 ton beras pangan, 3.042 ton minyak goreng
  • Sumatera Barat: 1.609 ton beras, 160 ton beras cadangan daerah, 6.795 ton beras pangan, 1.359 kiloliter minyak goreng

Upaya penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan pentingnya koordinasi antar lembaga dan kesiapan dalam menghadapi situasi darurat. Dengan penyaluran bantuan yang terkoordinasi dan tepat sasaran, diharapkan masyarakat yang terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal. Mari kita terus mendukung dan mendoakan agar masyarakat yang terdampak bencana dapat segera bangkit dan memulihkan kehidupan mereka.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan