Polri dan Bea Cukai Soetta Gagalkan Penyelundupan Ratusan Kapsul Sabu dari WN Pakistan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Para petugas gabungan dari Kepolisian RI dan Bea Cukai berhasil mengungkap aksi penyelundupan sabu di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dalam operasi ini, pelaku menggunakan cara tidak lazim dengan menelan barang haram tersebut.

Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini terjadi pada hari Selasa, 6 Januari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Awalnya, Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menerima laporan dari staf Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta tentang adanya upaya penyelundupan narkotika jenis sabu melalui penerbangan internasional dari Bangkok menuju Jakarta.

Setelah mendapat informasi tersebut, tim yang dipimpin oleh Kombes Handik Zusen langsung melakukan pengintaian di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta. Langkah awal yang dilakukan adalah pemeriksaan menggunakan mesin rontgen terhadap dua orang warga negara Pakistan yang dicurigai.

Kedua WN Pakistan tersebut diduga menggunakan metode body packing, yaitu menyembunyikan barang terlarang dengan cara menelannya dalam bentuk kapsul. Saat diperiksa, keduanya mengakui bahwa mereka telah menelan sabu dalam wadah kapsul.

“Hasil rontgen awal menunjukkan adanya benda mencurigakan berbentuk kapsul di dalam perut mereka. Kedua tersangka juga mengakui bahwa kapsul-kapsul tersebut berisi narkotika,” ujar Brigjen Eko pada hari Jumat, 9 Januari 2026.

Untuk mengamankan situasi dan mencegah risiko pecahnya kapsul yang bisa mengancam nyawa tersangka, pihak kepolisian segera membawa keduanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri. Di sana, proses pengeluaran barang bukti dilakukan secara alami dengan bantuan obat pencahar.

Dari hasil pengeluaran tersebut, total ditemukan 159 kapsul yang berhasil dikeluarkan dari tubuh kedua tersangka. Rinciannya, Javed Muhammad berhasil mengeluarkan 97 kapsul dari rencana 100 kapsul, sedangkan Bibi Saima berhasil mengeluarkan seluruh kapsul yang ditelannya, yaitu 62 kapsul.

Aksi penyelundupan dengan modus telan ini menunjukkan betapa nekatnya para pelaku dalam mengedarkan narkoba. Polisi terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan internasional di balik kasus ini. (idn/mei)

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan laporan Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2025, modus body packing semakin marak digunakan oleh sindikat narkoba internasional karena dianggap lebih sulit terdeteksi oleh alat pemindai biasa. Namun, metode ini sangat berisiko tinggi bagi kurir karena pecahnya kapsul di dalam tubuh dapat menyebabkan overdosis dan kematian mendadak.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Metode penyelundupan dengan cara ditelan ini menunjukkan betapa canggihnya strategi para pengedar narkoba dalam mengelabui petugas keamanan. Mereka memanfaatkan celah teknologi pemeriksaan yang belum mampu mendeteksi benda kecil di dalam tubuh manusia secara akurat. Namun, risiko kesehatan yang ditanggung oleh kurir sangat besar, termasuk kemungkinan keracunan akibat pecahnya kapsul di saluran pencernaan.

Studi Kasus Terkini:
Pada bulan Desember 2025, petugas Bea Cukai di Bandara Changi Singapura juga berhasil menggagalkan penyelundupan 1,2 kilogram sabu dengan modus serupa. Seorang WN Indonesia ditangkap setelah kedapatan menelan 89 kapsul berisi sabu. Kasus ini menunjukkan bahwa modus ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi tren di berbagai negara Asia Tenggara.

Infografis:

  • Modus Body Packing: Menyembunyikan narkoba dalam tubuh dengan cara ditelan
  • Risiko Kesehatan: Overdosis, keracunan, kematian mendadak
  • Cara Deteksi: Pemeriksaan rontgen, observasi perilaku mencurigakan
  • Jumlah Kasus 2025: 47 kasus di seluruh Indonesia
  • Negara Asal Barang: Biasanya dari negara produsen narkoba seperti Afghanistan, Myanmar, dan Thailand

Jangan pernah terlibat dalam peredaran narkoba, karena selain merusak generasi bangsa, aksi ini juga mengancam nyawa para pelakunya sendiri. Mari bersama-sama memerangi narkoba demi masa depan yang lebih baik.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan