Pencarian Dihentikan, Seorang Anak Pelatih Valencia Masih Belum Ditemukan

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur telah resmi dihentikan. Pencarian satu anak pelatih Valencia CF Martin Carreras Fernando sebagai korban tenggelam tidak berhasil ditemukan.

Fathur Rahman, Kepala Kantor Basarnas Maumere, mengungkapkan bahwa operasi pencarian dihentikan pada pukul 12.00 Wita oleh Badan SAR Nasional. “Sekitar jam 12.00 Wita kami sudah kembali dari proses pencarian,” ujarnya.

Peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah terjadi pada 26 Desember 2025 di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo. Dalam kejadian tersebut, Fernando bersama tiga anaknya menjadi korban. Tiga jenazah berhasil ditemukan: Fernando ditemukan pada 4 Januari, putrinya berusia 12 tahun ditemukan pada 29 Desember 2025, dan anak laki-laki berusia 10 tahun ditemukan dalam bangkai kapal di Pantai Pede, Pulau Komodo pada 6 Januari 2026.

Jenazah Fernando dan putrinya ditemukan mengapung di perairan Pulau Rinca dan Pulau Serai. Bangkai kapal pinisi ditemukan terdampar sejauh 14 kilometer dari lokasi tenggelamnya. Sementara itu, istri dan anak bungsu Fernando berhasil selamat dalam insiden yang terjadi sehari setelah Hari Natal tersebut.

Data riset terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa kondisi cuaca ekstrem pada akhir Desember 2025 menjadi faktor utama dalam kecelakaan kapal tersebut. Gelombang tinggi mencapai 4 meter dan angin kencang membuat navigasi menjadi sangat berbahaya. Studi kasus serupa di wilayah perairan NTT menunjukkan bahwa mayoritas kecelakaan laut terjadi pada musim timur ketika pola cuaca tidak stabil.

Infografis menunjukkan bahwa sejak Januari 2025 hingga Desember 2025, terdapat 15 kecelakaan laut di perairan NTT dengan total korban mencapai 23 orang. Dari jumlah tersebut, 12 korban berhasil ditemukan dan 11 korban masih dalam pencarian. Faktor utama penyebab kecelakaan meliputi cuaca buruk (60%), kesalahan navigasi (25%), dan kondisi kapal yang tidak layak (15%).

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam pelayaran, terutama di wilayah perairan yang rawan cuaca ekstrem. Mari kita doakan agar keluarga korban diberikan ketabahan dan semoga kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan