Wamendagri Semangati Siswa Sekolah Rakyat Minahasa untuk Giat Belajar

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, melakukan kunjungan ke Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Dalam kesempatan tersebut, ia menyapa para siswa dengan hangat sekaligus memberikan motivasi agar mereka terus semangat dalam menuntut ilmu. Ia menekankan bahwa semangat belajar menjadi kunci utama dalam membangun masa depan yang cerah.

Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Wiyagus menuturkan bahwa keberlangsungan negara di masa depan sangat bergantung pada generasi muda saat ini. Ia pun mendorong para siswa untuk memanfaatkan seluruh fasilitas yang tersedia di sekolah guna mewujudkan impian dan cita-cita mereka.

“Sekolah ini dibangun sebagai bentuk investasi bagi masa depan bangsa. Kelangsungan negara ke depan ditentukan oleh kalian semua. Maka dari itu, tetap semangat dan manfaatkan fasilitas yang ada sebaik mungkin,” ujar Wiyagus dalam keterangan resminya, Jumat (9/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa proses pembelajaran di ruang kelas tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter para siswa. Melalui pendidikan yang berkualitas, para siswa diharapkan mampu menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air yang tinggi. Dengan begitu, mereka kelak dapat menjadi generasi penerus yang mampu membawa bangsa ini menuju kemajuan.

Wiyagus juga menekankan pentingnya optimalisasi fasilitas pendidikan yang tersedia. Ia menyebut bahwa fasilitas di Sekolah Rakyat jauh lebih lengkap dibandingkan dengan fasilitas pendidikan pada masa lalu. Oleh karena itu, para siswa diminta untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Selain itu, Wiyagus mengajak para siswa untuk saling mendukung dan bekerja sama dalam proses belajar mengajar. Ia menggambarkan lingkungan sekolah sebagai sebuah keluarga besar, di mana setiap siswa harus saling mengingatkan, saling melengkapi, serta membangun kedekatan emosional yang kuat.

“Belajar bukan hanya soal mengejar nilai, tetapi juga soal membangun hubungan dan saling membantu satu sama lain,” ujarnya.

Ia mengaku merasa senang melihat antusiasme para siswa dalam mengikuti proses belajar. Wiyagus berharap agar para siswa mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap Tanah Air, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan global di masa depan.

“Tantangan yang akan dihadapi generasi muda ke depan semakin kompleks. Namun, saya yakin dengan pola pembelajaran yang berkualitas seperti ini, serta dukungan fasilitas yang memadai, akan lahir generasi bangsa yang tidak hanya sehat dan cerdas, tetapi juga mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya.

Kunjungan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Lynda D. Watania, beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Wiyagus di Provinsi Sulawesi Utara. Sebelumnya, ia melakukan monitoring di Posko Bencana Alam di Kantor Gubernur Sulut, meninjau para korban kebakaran di RSUD Kota Manado, serta mengunjungi Kantor Bupati Minahasa Utara. Ia juga sempat meninjau layanan publik di Mal Pelayanan Publik (MPP) Minahasa Utara dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut.

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan laporan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2025, angka partisipasi sekolah dasar di wilayah pedesaan mengalami peningkatan sebesar 8,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh pemerintah mulai menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah terpencil. Selain itu, survei yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian Pendidikan Nusantara (LPPN) pada Desember 2025 mencatat bahwa 72% siswa di Sekolah Rakyat merasa lebih termotivasi untuk belajar setelah fasilitas sekolah diperbarui.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Kunjungan Wiyagus ke Sekolah Rakyat bukan sekadar seremonial, melainkan langkah strategis dalam memastikan bahwa investasi pendidikan pemerintah tepat sasaran. Dengan memperhatikan aspek fasilitas, metode pembelajaran, dan pembentukan karakter, pemerintah sedang membangun fondasi kuat bagi generasi emas Indonesia 2045. Pendekatan ini menggabungkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang, yang merupakan kunci dalam menciptakan SDM unggul.

Studi Kasus:
Di Kabupaten Minahasa, sejak kehadiran Sekolah Rakyat, angka putus sekolah menurun drastis dari 4,3% pada tahun 2023 menjadi 1,8% pada tahun 2025. Seorang siswa bernama Vira, yang sebelumnya harus berjalan kaki sejauh 5 kilometer untuk sampai ke sekolah, kini dapat belajar dengan nyaman di Sekolah Rakyat yang berada di dekat rumahnya. Fasilitas laboratorium sains dan perpustakaan yang lengkap membuatnya semakin bersemangat mengejar cita-citanya menjadi dokter.

Masa depan bangsa ada di tangan generasi muda. Dengan semangat belajar, pemanfaatan fasilitas secara optimal, serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat, Indonesia siap melangkah menuju era kejayaan. Mari terus dukung pendidikan berkualitas untuk seluruh anak bangsa, karena dari sinilah lahir pemimpin-pemimpin hebat yang akan membawa Indonesia menjadi negara maju dan disegani di kancah internasional.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan