Pria dengan 15 Tahun Pengalaman Kerja Pede Bisa Bergabung dengan Trans Hotel

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Dalam dunia profesional yang kian kompetitif, pengalaman kerja sering kali menjadi parameter utama perusahaan dalam menyeleksi calon karyawan. Banyak pihak menganggap bahwa pengalaman merupakan tolok ukur kemampuan seseorang dalam menghadapi tantangan di lingkungan kerja. Hal ini membuat para profesional yang telah memiliki rekam jejak kerja yang panjang cenderung merasa lebih percaya diri ketika melamar ke perusahaan baru, terutama ketika posisi yang dilamar tidak sepenuhnya sesuai dengan latar belakang pengalaman mereka, seperti yang dirasakan Arif saat mendaftar di Trans Luxury Hotel Jakarta.

Arif mengungkapkan bahwa ia telah menjalani karier di industri perhotelan sejak Februari 2010. Artinya, ia telah mengumpulkan pengalaman kerja selama hampir 16 tahun sebelum akhirnya mendaftar dalam acara Grand Recruitment yang digelar di kawasan Transpark Cibubur. “Terakhir di bulan September habis kontrak, makanya lagi cari baru, terus ada Trans buka akhirnya coba daftar,” ujarnya kepada Thecuy.com di lokasi rekrutmen, Depok, Jumat (9/1/2025).

Selama tiga bulan terakhir, Arif mengaku telah mengirimkan lamaran ke berbagai tempat. Namun, proses pendaftaran rata-rata hanya dilakukan melalui email, sehingga ia tidak dapat memastikan apakah lamarannya telah diperiksa oleh HRD atau belum. Berbeda dengan Grand Recruitment Trans Luxury Hotel Jakarta yang berlangsung hari ini, proses lamaran dilakukan secara langsung, termasuk adanya sesi walk-in interview yang membuatnya tertarik untuk datang dan langsung melamar.

“Jadi menurut saya lebih diprioritaskan untuk datang langsung. Saya juga sempat lihat kan di sosmed, sebelumnya ada juga di Surabaya mereka langsung wawancara sama HRD terus diarahin buat wawancara ke user,” jelasnya.

Di Trans Luxury Hotel Jakarta, Arif berencana untuk melamar di bagian F&B Service & Culinary. Menurutnya, khusus untuk bidang service seperti ini, pengalaman atau ‘jam terbang’ biasanya menjadi nilai lebih di mata HRD. Oleh karena itu, ia merasa cukup percaya diri bisa diterima.

“Daftar saja dulu, kalau kita sudah ciut duluan di awal gimana mau diterima. First impression kan penting ya. Kita sudah nunggu berapa jam di sini, sudah kucel, pas masuk harus rapi lagi,” ucap Arif.

Namun sayang, hingga sore ini ia belum berkesempatan untuk melakukan walk-in interview karena banyaknya antrean peserta sementara proses rekrutmen hanya berlangsung hingga pukul 15.00 WIB. Akhirnya, Arif bersama para pelamar lainnya yang masih mengantre mendapat nomor antrean baru untuk langsung walk-in interview esok hari.

“Tadi saja ada yang bilang sudah datang dari jam 6, itu sudah ramai, selesai jam 12 kurang, berapa jam tuh nunggu? Gimana kita yang masih di sini. Tadi sih penasaran saja apa kita bakal dapat antrean baru buat besok, karena pasti besok pelamar baru lagi datang. Kalau ulang dari awal lagi berat,” jelasnya.

Senada dengan Arif, Raffi yang berada di dekatnya juga mengatakan dirinya sudah tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 pagi tadi. Namun saat ia tiba, antrean sudah sangat panjang hingga mengular ke sudut-sudut Transpark Cibubur.

“Takutnya ini malah ujung-ujungnya besok antre lagi, jadi tadi nunggu dulu penasaran. Kalau di dalam masih 150 ya mau gimana ya,” ucap Raffi yang mengaku juga melamar di bagian F&B Service.

Sama seperti Arif, ia juga merasa memiliki pengalaman kerja untuk melamar di bagian ini sangat penting untuk membuka peluang diterima kerja yang semakin besar.

“Sebenarnya setiap tempat pasti punya SOP-nya sendiri-sendiri. Tapi kurang lebih mirip-mirip kan, jadi kita nggak kosong-kosong banget. Ibarat dikasih resep buta, nggak ada cara atau metode bikinnya, kita masih bisa bikin,” paparnya.

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan data dari LinkedIn 2024, 87% perusahaan di Indonesia mengutamakan kandidat dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun untuk posisi entry-level. Namun, tren baru menunjukkan bahwa soft skills dan kemampuan adaptasi mulai menjadi pertimbangan utama, terutama di industri perhotelan yang dinamis.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Pengalaman kerja memang memberikan keunggulan kompetitif, namun di era digital ini, perusahaan juga mulai melihat potensi kandidat dari sisi pembelajaran cepat dan kemampuan beradaptasi. Industri perhotelan, yang sangat bergantung pada pelayanan dan interaksi manusia, membutuhkan karyawan yang tidak hanya berpengalaman tetapi juga memiliki attitude yang baik dan kemampuan belajar yang tinggi.

Studi Kasus:
Hotel bintang 5 di Jakarta Selatan berhasil meningkatkan kepuasan tamu sebesar 25% setelah merekrut karyawan dengan pengalaman minimal 5 tahun di bidang F&B Service. Mereka yang direkrut memiliki kemampuan menghadapi situasi darurat dan memberikan pelayanan prima di bawah tekanan.

Infografis:

  • 87% perusahaan utamakan pengalaman kerja
  • 73% HRD nilai soft skills sejajar dengan pengalaman
  • 65% karyawan dengan pengalaman >5 tahun memiliki retention rate lebih tinggi
  • 40% perusahaan mulai buka lowongan tanpa syarat pengalaman untuk fresh graduate

Pengalaman kerja memang menjadi nilai tambah, namun jangan biarkan kurangnya pengalaman menghambat langkahmu. Terus asah skill, jaga semangat belajar, dan tunjukkan potensi terbaikmu. Di dunia kerja yang terus berkembang, yang paling penting adalah kemampuan beradaptasi dan semangat untuk terus maju. Mulailah dari langkah kecil, konsisten, dan yakinlah bahwa setiap pengalaman adalah proses menuju kesuksesan.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan