PJU Baru di Kabupaten Garut Belum Semua Menyala dan Jumlahnya Masih Belum Ideal

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Kabupaten Garut saat ini masih jauh dari kondisi ideal. Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut, Satria Budi, kebutuhan ideal PJU di daerah tersebut mencapai sekitar 43 ribu unit, namun hingga tahun 2024 baru terpasang sekitar 11 ribu unit saja.

Dalam upaya memperbaiki kondisi tersebut, pada tahun 2025 terjadi peningkatan jumlah PJU di sepanjang jalur-jalur provinsi yang melintasi Kabupaten Garut. Penambahan ini didanai oleh anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Satria menyebutkan bahwa penambahan PJU dari provinsi mencapai sekitar 1.700 unit yang dipasang di ruas jalan provinsi.

Pemasangan PJU ini dimulai dari gerbang masuk Kabupaten Garut di wilayah Kadungora, Bayongbong, Cikajang, Pameungpeuk, hingga Bungbulang. Saat ini, PJU yang berasal dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut sudah mulai menyala sebagian, sedangkan sebagian lainnya masih dalam proses pemasangan.

“Ya, sudah mulai menyala sebagian,” ucap Satria pada Rabu (7/1/2026).

Beberapa jalur yang sudah menyala di antaranya adalah jalur Bandung–Garut, sebagian Jalan Maktal, serta Jalan Kadungora. Satria juga menegaskan bahwa PJU ini menggunakan listrik PLN, bukan tenaga solar sel.

Semua sumber anggaran untuk proyek ini berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sedangkan Pemerintah Kabupaten Garut hanya berperan dalam memfasilitasi proses pemasangan. “Kita hanya membantu memfasilitasi saja,” pungkasnya.

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan riset dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, tingkat penerangan jalan umum di wilayah perkotaan masih jauh lebih baik dibandingkan dengan wilayah pedesaan. Di Jawa Barat, tingkat cakupan penerangan jalan di kawasan perkotaan mencapai 85%, sementara di wilayah pedesaan hanya sekitar 45%. Kondisi ini menunjukkan kesenjangan infrastruktur yang masih perlu diperbaiki.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
PJU merupakan elemen penting dalam mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama pada malam hari. Keterbatasan PJU di daerah pedesaan seperti di banyak wilayah Garut dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminal. Padahal, dengan teknologi modern seperti LED dan sistem tenaga surya, biaya operasional PJU bisa ditekan secara signifikan.

Studi Kasus:
Di Kabupaten Bogor, penerapan sistem PJU tenaga surya berhasil meningkatkan cakupan penerangan di wilayah terpencil sebesar 60% dalam waktu dua tahun. Sistem ini tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan dan minim biaya perawatan.

Infografis:

  • Jumlah PJU ideal di Kabupaten Garut: 43.000 unit
  • Jumlah PJU yang ada (2024): 11.000 unit
  • Penambahan PJU (2025): 1.700 unit
  • Sumber energi: Listrik PLN
  • Sumber anggaran: Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Ketersediaan penerangan jalan yang memadai bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal kualitas hidup dan keamanan masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, target ideal penerangan jalan bisa dicapai secara bertahap. Mari dukung inovasi dan keberlanjutan dalam pembangunan infrastruktur, karena jalan yang terang adalah jalan menuju masa depan yang lebih cerah.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan