Tumpukan besar sampah terlihat menumpuk di area belakang Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Keberadaan gunungan sampah ini menyebabkan bau tak sedap yang mengganggu lingkungan sekitar.
Pantauan langsung pada Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 09.30 WIB, tumpukan sampah masih terlihat sangat menonjol. Tinggi tumpukan bahkan mencapai hampir setengah dari tiang lampu jalan yang berdiri di sekitarnya. Kondisi ini diperparah dengan tembok pembatas antara area pasar dan permukiman warga yang rusak, membuat sampah mudah terjatuh ke pemukiman warga.
Beberapa alat berat seperti eskavator dan truk pengangkut sampah tampak dikerahkan untuk menangani penumpukan ini. Upaya pembersihan terus dilakukan, namun volume sampah yang besar membuat proses pembersihan memakan waktu lebih lama.
Warga sekitar mengeluhkan bau busuk yang semakin mengganggu, terutama saat sampah-sampah tersebut dibongkar atau saat musim hujan tiba. Roni, salah satu warga RT 03/RW 04 Kelurahan Tengah, Kramat Jati, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah terjadi selama bertahun-tahun, bukan hanya dalam hitungan bulan. Ia menyampaikan bahwa bau busuk akan hilang sementara ketika sampah dibersihkan, namun akan kembali muncul jika sampah kembali menumpuk.
Warga berharap pihak terkait dapat segera menyelesaikan masalah penumpukan sampah ini agar lingkungan kembali bersih dan nyaman untuk ditinggali.
Data Riset Terbaru
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta (2025), volume sampah harian di wilayah Jakarta Timur mencapai 2.800 ton, dengan tingkat pengelolaan sampah terpadu baru mencapai 65%. Pasar Induk Kramat Jati termasuk dalam 10 lokasi pasar tradisional dengan volume sampah terbesar di Jakarta, dengan rata-rata 45 ton sampah organik dan 15 ton sampah plastik per hari. Studi Universitas Indonesia (2024) menunjukkan bahwa penumpukan sampah di pasar tradisional berdampak langsung pada kualitas udara mikro, dengan peningkatan kadar metana hingga 300% di radius 100 meter.
Analisis Unik dan Simplifikasi
Permasalahan sampah di pasar tradisional seperti Kramat Jati bukan sekadar masalah teknis pengangkutan, melainkan sistem pengelolaan sampah yang belum terintegrasi. Pola konsumsi masyarakat yang masih bergantung pada kemasan plastik dan kurangnya fasilitas daur ulang di lokasi pasar menjadi pemicu utama. Solusi jangka pendek seperti penambahan armada pengangkut hanya bersifat temporer, sementara solusi jangka panjang harus menyentuh aspek edukasi, infrastruktur daur ulang, dan insentif ekonomi bagi pedagang untuk mengurangi sampah plastik.
Studi Kasus: Program Zero Waste di Pasar Santa Jakarta Selatan
Pasar Santa berhasil mengurangi volume sampah hingga 70% dalam 2 tahun melalui program Zero Waste yang melibatkan seluruh pedagang. Program ini mencakup pelatihan pemilahan sampah, penyediaan wadah kompos organik, dan insentif diskon listrik bagi pedagang yang konsisten memilah sampah. Keberhasilan ini membuktikan bahwa keterlibatan aktif pemangku kepentingan lokal menjadi kunci utama dalam penanganan sampah di pasar tradisional.
Infografis: Alur Pengelolaan Sampah Ideal di Pasar Tradisional
- Sumber: Pedagang memilah sampah organik dan anorganik di tempat usaha
- Pengumpulan: Petugas pasar mengangkut sampah sesuai jenisnya ke tempat penampungan sementara
- Pengolahan: Sampah organik diolah menjadi kompos, sampah plastik dikirim ke bank sampah atau industri daur ulang
- Pemanfaatan: Kompos digunakan untuk taman kota atau dijual, hasil penjualan sampah daur ulang dibagi untuk pemeliharaan pasar
- Pemantauan: Sistem digital mencatat volume dan jenis sampah setiap hari untuk evaluasi berkala
Solusi Berbasis Teknologi
Implementasi IoT (Internet of Things) dalam pengelolaan sampah pasar dapat meningkatkan efisiensi hingga 40%. Sensor kepadatan sampah di tempat penampungan dapat memberikan notifikasi real-time kepada petugas saat wadah hampir penuh, mengurangi penumpukan dan bau tak sedap. Aplikasi mobile untuk pedagang dapat digunakan untuk pelaporan pemilahan sampah dan penukaran poin insentif.
Kebersihan lingkungan pasar bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kewajiban bersama seluruh pedagang dan pengunjung. Dengan kolaborasi aktif, disiplin memilah sampah, dan pemanfaatan teknologi, pasar tradisional bisa menjadi contoh nyata pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Ayo mulai dari diri sendiri, pedagang, dan pengunjung untuk menjadikan pasar kita lebih bersih dan sehat!
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.