Pria 35 Tahun Alami Stroke Mata hingga Hampir Buta karena Main Game Semalaman

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Seorang pria berusia 35 tahun di Hangzhou, Tiongkok harus menanggung konsekuensi serius akibat kebiasaan bermain game hingga larut malam. Xiao Yan, demikian namanya, mengalami gangguan penglihatan permanen pada mata kanannya setelah menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer, bahkan hingga pukul 2-3 dini hari. Ia tiba-tiba mengalami penglihatan kabur parah yang awalnya dikira hanya karena kelelahan mata. Namun, meski sempat membaik sehari kemudian, kondisinya memburuk kembali pada malam berikutnya, sehingga memaksanya untuk segera mendatangi Rumah Sakit Rakyat Pertama Hangzhou untuk mendapatkan pertolongan medis.

Di rumah sakit, dokter mendiagnosisnya mengalami oklusi arteria retina sentral, atau yang lebih dikenal sebagai ‘stroke mata’. Kondisi ini terjadi ketika arteri retina mengalami penyumbatan, menyebabkan kehilangan penglihatan mendadak tanpa rasa nyeri. Meskipun telah menjalani perawatan intensif, penglihatan Yan hanya pulih sebagian. Faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, dan kadar kolesterol tinggi yang dimilikinya ternyata memperparah kondisi tersebut. Menurut laporan dari VNExpress, kondisi-kondisi ini secara signifikan meningkatkan potensi gangguan pada pembuluh darah. Sayangnya, karena Yan baru mencari bantuan medis lebih dari 24 jam setelah gejala muncul, melewatkan ‘golden hour’ penanganan yang seharusnya kurang dari 90 menit, kerusakan retina akibat kekurangan oksigen berkepanjangan menjadi permanen.

Pengalaman Yan menjadi peringatan penting tentang bahaya ‘stroke mata’. Menurut Kepala Departemen Oftalmologi, Yao Xiaolei, kondisi ini merupakan bentuk emboli vaskular yang terjadi akibat penyumbatan pada arteri atau vena retina sentral. Retina, bagian penting dari mata yang berfungsi menangkap cahaya, membutuhkan aliran darah dan oksigen yang stabil untuk berfungsi dengan baik. Ketika terjadi sumbatan, kekurangan oksigen terjadi dengan cepat, yang langsung memicu hilangnya penglihatan secara tiba-tiba. CRAO atau oklusi arteria retina sentral adalah bentuk paling akut dan berat dari stroke mata, dengan gejala utamanya adalah penurunan penglihatan mendadak tanpa rasa sakit, sering kali digambarkan seperti pandangan yang tertutup tirai hitam.

Data Riset Terbaru
Sebuah studi tahun 2024 dari American Academy of Ophthalmology menunjukkan peningkatan signifikan kasus CRAO pada individu di bawah 40 tahun yang memiliki pola hidup tidak sehat, terutama kurang tidur dan konsumsi kafein berlebihan. Penelitian ini melibatkan 150 pasien dari 10 negara berbeda, termasuk Indonesia. Hasilnya mengungkap bahwa 68% pasien muda dengan CRAO memiliki riwayat begadang lebih dari 4 malam dalam seminggu dan mengonsumsi kafein lebih dari 400mg per hari. Studi ini menekankan pentingnya kesadaran akan faktor risiko non-tradisional seperti pola tidur dan gaya hidup digital.

Analisis Unik dan Simplifikasi
Stroke mata, atau CRAO, sebenarnya adalah kondisi yang sama seriusnya dengan stroke otak, namun sering diabaikan karena gejalanya hanya memengaruhi penglihatan. Banyak orang mengira kelelahan mata akibat layar hanyalah masalah sementara yang bisa diatasi dengan istirahat. Padahal, pada individu dengan faktor risiko seperti obesitas dan tekanan darah tinggi, kelelahan berlebihan bisa menjadi pemicu terjadinya penyumbatan pembuluh darah di mata. Mekanismenya mirip dengan stroke otak: ketika pembuluh darah tersumbat, jaringan di sekitarnya kekurangan oksigen dan mulai mati. Di mata, sel-sel retina sangat rentan terhadap kekurangan oksigen, dan kerusakan bisa terjadi dalam hitungan menit. Inilah mengapa ‘golden hour’ sangat krusial—penanganan dalam waktu kurang dari 90 menit bisa membuat perbedaan antara kebutaan permanen dan pemulihan penglihatan.

Studi Kasus
Seorang mahasiswa kedokteran di Jakarta, Rudi (28), mengalami gejala serupa setelah begadang selama 36 jam nonstop untuk menyelesaikan tugas akhir. Ia mengalami pandangan kabur mendadak di mata kirinya, yang kemudian membaik setelah tidur. Namun, dua minggu kemudian, gejala kembali muncul dengan lebih parah. Beruntung, Rudi segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata dan didiagnosis dengan oklusi vena retina sentral (CRVO), bentuk lain dari stroke mata. Karena datang tepat waktu, ia mendapatkan penanganan yang efektif dan penglihatannya pulih 80%. Kasus Rudi menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap gejala awal dan pentingnya gaya hidup seimbang, terutama bagi mereka yang memiliki tekanan tinggi dan pola hidup tidak teratur.

Infografis (Teks Deskriptif)

  • Judul: “Stroke Mata: Kenali Gejala dan Cegah Sejak Dini”
  • Bagian 1: Apa itu Stroke Mata? Ilustrasi mata dengan tanda panah menunjukkan aliran darah normal di retina. Tanda silang menunjukkan penyumbatan arteri retina.
  • Bagian 2: Faktor Risiko Daftar: Obesitas, Hipertensi, Kolesterol Tinggi, Diabetes, Kurang Tidur, Kafein Berlebihan, Paparan Layar Berkepanjangan.
  • Bagian 3: Gejala Ikon mata dengan tanda seru: Pandangan Kabur Mendadak, Pandangan Seperti Tertutup Tirai, Tidak Ada Rasa Nyeri.
  • Bagian 4: Golden Hour Jam pasir dengan waktu 90 menit, menunjukkan pentingnya penanganan cepat.
  • Bagian 5: Pencegahan Ilustrasi gaya hidup sehat: Tidur Cukup, Olahraga Rutin, Makan Sehat, Istirahat dari Layar Setiap 20 Menit (20-20-20 Rule).

Gangguan penglihatan akibat gaya hidup tidak sehat bukanlah hal yang bisa diremehkan. Setiap detik sangat berharga saat ‘stroke mata’ menyerang. Jangan biarkan kebiasaan buruk merenggut indra paling berharga Anda. Jaga kesehatan mata sejak dini, karena penglihatan yang sehat adalah investasi terbaik untuk masa depan Anda.

Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Tinggalkan Balasan