Padel Jadi Magnet Warga Luar Kota Tasikmalaya, Izin Industri Olahraga Harus Tetap Saklek

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Tasikmalaya kini menjadi sorotan dalam dunia olahraga, khususnya setelah olahraga padel mulai populer di kota ini. Bukan sekadar tren biasa, padel ternyata menarik minat besar dari luar daerah, bahkan dari Bandung hingga Jakarta. Deddy Mulyana, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, mengungkapkan bahwa fasilitas padel di kota ini kerap dipenuhi oleh warga dari luar daerah yang rela menempuh perjalanan jauh demi menikmati lapangan dengan tarif yang dianggap lebih terjangkau.

Menurut Deddy, para pengunjung dari luar kota memilih Tasikmalaya karena harga sewa lapangan padel di sini lebih murah dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya. Ia menyebutkan bahwa tarif sewa berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp275 ribu per jam. Meski terdengar mahal bagi sebagian warga lokal, Deddy menilai harga tersebut sebanding dengan biaya investasi yang diperlukan untuk membangun sarana olahraga modern seperti padel.

Fenomena ini menandakan bahwa Tasikmalaya mulai dikenal sebagai destinasi olahraga yang menjanjikan. Namun, di balik minat yang tinggi, terdapat tantangan dalam pengelolaan industri olahraga, terutama dalam hal perizinan dan tata kelola. Disporabudpar mendorong perlunya pembentukan asosiasi resmi untuk mengatur standar sarana-prasarana, pengelolaan fasilitas swasta, serta memastikan ekosistem industri olahraga berjalan dengan sehat.

Deddy menekankan bahwa meskipun pemerintah daerah terbuka terhadap investasi, seluruh pelaku usaha wajib mematuhi prosedur perizinan sesuai aturan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa tidak ada toleransi untuk jalan pintas atau praktik abu-abu dalam proses perizinan. Pemerintah daerah bertekad untuk menjaga keseimbangan antara mendukung investasi dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi.

Dengan pertumbuhan yang cepat, olahraga padel di Tasikmalaya diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam pengembangan industri olahraga yang berkelanjutan. Pembentukan asosiasi dan penerapan perizinan yang ketat diharapkan dapat mencegah tumbuhnya industri secara liar, sekaligus memberikan akses yang adil bagi masyarakat lokal.

Kehadiran padel di Tasikmalaya bukan hanya soal olahraga, tetapi juga menjadi peluang besar dalam membangun ekosistem industri yang sehat dan berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif dari pelaku usaha, Tasikmalaya berpotensi menjadi pusat olahraga modern yang diperhitungkan di tingkat nasional. Mari bersama-sama wujudkan Tasikmalaya sebagai kota olahraga yang maju dan inklusif bagi semua.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan