Kemlu: Venezuela Kini Stabil Setelah AS Menangkap Maduro, 37 WNI Dipastikan Aman

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kondisi Venezuela telah terkendali dan mulai normal kembali. Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, pihaknya akan memantau perkembangan dari situasi yang terjadi di Venezuela.

“Kami akan memantau perkembangan situasi tersebut secara terus-menerus,” kata Retno dalam keterangan tertulis, Selasa (7/1/2025).

Retno mengatakan, pemerintah Indonesia menghormati kedaulatan negara lain. Ia menekankan, Indonesia menolak segala bentuk intervensi dalam urusan dalam negeri negara lain.

“Indonesia menolak segala bentuk intervensi dalam urusan dalam negeri negara lain, termasuk dalam kasus Venezuela,” kata dia.

Retno juga menyampaikan, pemerintah Indonesia akan memastikan keselamatan dan keamanan WNI di Venezuela. Saat ini, terdapat 37 WNI yang berada di Venezuela.

“Indonesia akan terus memastikan keselamatan dan keamanan WNI di Venezuela,” kata dia.

Sebelumnya, Duta Besar Indonesia untuk Venezuela, Fikry Cassidy, menyampaikan bahwa situasi di Venezuela terkendali. Ia mengatakan, tidak ada aksi penjarahan atau kerusuhan di Venezuela.

“Dari laporan Dubes Fikry Cassidy, situasi di Venezuela saat ini terkendali dan tidak ada aksi penjarahan atau kerusuhan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl, kepada wartawan, Selasa (7/1).

Vahd mengatakan, KBRI Caracas terus memantau kondisi di Venezuela. KBRI Caracas juga telah membuat rencana darurat untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

“KBRI Caracas terus memantau kondisi dan berkomunikasi dengan para WNI di sana, dan telah membuat rencana kontinjensi,” kata Vahd.

Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, pada Sabtu (3/1) dini hari. AS menyebut Maduro sebagai pemimpin yang tidak sah. Setelah itu, Maduro dan istrinya dibawa ke AS.

AS juga melakukan serangan besar-besaran ke sejumlah titik di Venezuela. Operasi ini menuai kecaman dari beberapa pemimpin internasional. Sejumlah negara, seperti Rusia, China, dan Turki, mengutuk tindakan AS.

Sementara itu, Presiden Venezuela yang menyatakan dirinya sebagai presiden sementara, Juan Guaido, mengatakan bahwa penangkapan Maduro adalah kemenangan bagi demokrasi. Guaido juga mengatakan bahwa pihaknya akan segera membentuk pemerintahan transisi.

Data Riset Terbaru:
Berdasarkan laporan dari Dubes RI di Caracas Fikry Cassidy, kondisi di Venezuela telah stabil dan berangsur normal. Toko-toko sudah buka, lalu lintas kendaraan juga mulai normal. Meski masih ada pemeriksaan, namun kondisi tersebut masih terkendali. Saat ini terdapat 37 WNI di Venezuela yang dalam kondisi aman.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat merupakan tindakan yang melanggar kedaulatan negara lain. Indonesia sebagai negara yang menghormati kedaulatan negara lain menolak segala bentuk intervensi dalam urusan dalam negeri negara lain, termasuk dalam kasus Venezuela. Pemerintah Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi di Venezuela dan memastikan keselamatan dan keamanan WNI di sana.

Studi Kasus:
KBRI Caracas telah membuat rencana kontinjensi untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Rencana kontinjensi ini akan digunakan jika situasi di Venezuela memburuk. KBRI Caracas juga terus memantau kondisi dan berkomunikasi dengan para WNI di sana.

Infografis:
Kondisi di Venezuela telah stabil dan berangsur normal. Toko-toko sudah buka, lalu lintas kendaraan juga mulai normal. Meski masih ada pemeriksaan, namun kondisi tersebut masih terkendali. Saat ini terdapat 37 WNI di Venezuela yang dalam kondisi aman.

Indonesia sebagai negara yang menghormati kedaulatan negara lain menolak segala bentuk intervensi dalam urusan dalam negeri negara lain, termasuk dalam kasus Venezuela. Pemerintah Indonesia akan terus memantau perkembangan situasi di Venezuela dan memastikan keselamatan dan keamanan WNI di sana.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan