Mata yang tampak sayu atau sering disebut “mata ngantuk” tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur atau kelelahan semata. Dalam dunia kedokteran, kondisi ini bisa menjadi tanda dari sejumlah masalah kesehatan, termasuk ptosis dan berbagai gangguan medis lainnya.
American Academy of Ophthalmology menjelaskan bahwa ptosis adalah kondisi ketika kelopak mata bagian atas turun hingga menutupi sebagian atau seluruh bola mata. Kondisi ini bisa mengganggu penglihatan normal, bahkan dalam kasus ekstrem bisa menghalangi pandangan secara total. Namun, ptosis bukan satu-satunya penyebab utama “mata ngantuk”. Banyak faktor lain yang bisa menyebabkan penampilan mata yang tampak lesu, mulai dari gangguan saraf, penyakit autoimun, hingga efek samping dari penyalahgunaan obat-obatan tertentu.
Dermatochalasis adalah salah satu kondisi yang sering disalahpahami sebagai ptosis. Menurut Mayo Clinic, dermatochalasis terjadi ketika kulit di kelopak mata menjadi kendur, berlebihan, dan melorot akibat hilangnya elastisitas. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang dewasa dan lanjut usia. Berbeda dengan ptosis yang disebabkan oleh kelemahan otot pengangkat kelopak mata, dermatochalasis murni disebabkan oleh perubahan struktur kulit akibat penuaan.
Penyebab lain yang tidak kalah penting adalah myasthenia gravis, sebuah penyakit autoimun yang menyerang hubungan antara saraf dan otot. Kondisi ini membuat otot-otot yang dikendalikan secara sadar menjadi sangat lemah. Pada kasus myasthenia gravis, kelopak mata yang turun bersifat fluktuatif. Artinya, mata mungkin terlihat normal di pagi hari, tetapi akan semakin “ngantuk” seiring berjalannya hari, terutama di sore atau malam hari, karena otot-otot mulai kelelahan setelah beraktivitas seharian.
Sindrom Horner juga bisa menyebabkan mata tampak ngantuk. Ini adalah sindrom neurologis langka yang memengaruhi mata dan area sekitarnya di satu sisi wajah. Penyebabnya adalah kerusakan pada jalur saraf simpatik yang berjalan dari batang otak ke mata dan wajah. Jalur saraf ini bertanggung jawab atas berbagai fungsi seperti ukuran pupil dan produksi keringat. Ketika jalur ini rusak, salah satu manifestasinya adalah kelopak mata yang turun di sisi yang terkena.
Di sisi lain, penyalahgunaan obat-obatan juga bisa menjadi penyebab utama mata tampak ngantuk. Zat-zat ini biasanya bekerja dengan menenangkan sistem saraf pusat atau membuat otot mata menjadi terlalu rileks. Misalnya, penyalahgunaan opioid dapat menyebabkan kelopak mata terkulai, penampilan mengantuk, dan pupil yang sangat menyempit, seperti “titik jarum” (miosis). Selain itu, konsumsi obat penenang seperti benzodiazepin juga bisa melemahkan aktivitas motorik, sehingga wajah dan mata tampak kuyu atau lemas.
Studi Kasus: Pasien dengan Myasthenia Gravis
Seorang pasien berusia 45 tahun datang ke klinik mata dengan keluhan mata yang terlihat semakin turun sepanjang hari. Awalnya, pasien mengira ini hanya karena kurang tidur. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter mendiagnosisnya dengan myasthenia gravis. Setelah menjalani terapi yang tepat, kelopak matanya perlahan kembali normal dan tidak lagi tampak “ngantuk” di sore hari.
Infografis: Penyebab Mata Ngantuk
- Ptosis: Kelopak mata turun karena kelemahan otot.
- Dermatochalasis: Kulit kelopak mata kendur akibat penuaan.
- Myasthenia Gravis: Penyakit autoimun yang melemahkan otot.
- Sindrom Horner: Kerusakan saraf simpatik.
- Penyalahgunaan Obat: Efek samping dari opioid atau benzodiazepin.
Penting untuk memahami bahwa mata yang tampak ngantuk bukan hanya masalah estetika, tetapi bisa menjadi indikator dari kondisi medis yang lebih serius. Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala ini, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Jangan biarkan gejala ini dianggap sepele, karena penanganan dini bisa mencegah komplikasi yang lebih parah di masa depan.
Baca Berita dan Info Kesehatan lainnya di Seputar Kesehatan Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.