GTA 6 Bisa Gagal Menang Game of the Year 2026, Ini Para Penantangnya

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Daftar Isi

        
            
        
    


    Jakarta -
    

Tahun 2026 diprediksi akan menjadi tahun yang sangat menarik bagi para gamer. Selain kemungkinan besar dirilisnya Grand Theft Auto VI (GTA 6) oleh Rockstar Games dan Take-Two Interactive pada bulan November, banyak judul game lainnya yang memiliki potensi besar untuk bersaing memperebutkan gelar Game of the Year. Meskipun masih terlalu dini untuk memprediksi secara pasti, beberapa rilis yang sudah dikonfirmasi atau memiliki kepastian kuat untuk dirilis pada tahun tersebut menunjukkan kualitas dan potensi yang sangat besar.

Berikut adalah lima game yang diprediksi memiliki peluang kuat untuk menjadi penantang serius terhadap dominasi GTA 6 dalam perebutan penghargaan-penghargaan bergengsi tahun 2026, sebagaimana dirangkum oleh Polygon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Control Resonant – Remedy

Studio Remedy Entertainment dikenal karena keahliannya dalam menggabungkan narasi yang kompleks dengan teknologi grafis canggih. Setelah sukses dengan Control pada 2019 yang meraih delapan nominasi The Game Awards, dan Alan Wake 2 yang menjadi runner-up terbaik setelah Baldur’s Gate 3 pada 2023, ekspektasi terhadap game terbaru mereka, Control: Resonant, sangatlah tinggi. Trailer yang dirilis dalam acara The Game Awards 2025 berhasil mencuri perhatian dengan visualnya yang memukau dan petunjuk-petunjuk tentang alur cerita yang semakin mendalam. Kemampuan Remedy dalam menciptakan dunia supernatural yang kohesif dan gameplay yang inovatif membuat Control: Resonant menjadi kandidat kuat yang tidak bisa dianggap remeh oleh siapa pun, termasuk GTA 6.


ADVERTISEMENT

Resident Evil Requiem – Capcom

Capcom kembali hadir dengan seri kesembilan dari franchise horor ikonik mereka, Resident Evil: Requiem. Waralaba ini memiliki sejarah panjang dalam meraih pengakuan di kancah penghargaan game internasional. Resident Evil 2 berhasil masuk dalam daftar nominasi Game of the Year pada 2019, sementara Resident Evil Village meraih kesuksesan besar pada 2021, dan Resident Evil 4 pada 2023. Dengan reputasi ini, Capcom dipastikan akan menghadirkan pengalaman survival horror yang memacu adrenalin dan teknologi game terbaru dalam Resident Evil Requiem. Kombinasi antara ketegangan horor yang khas, desain level yang rumit, dan kemungkinan besar peningkatan signifikan dalam grafis dan AI membuat game ini menjadi ancaman serius bagi dominasi GTA 6.

Marvel’s Wolverine – Insomniac Games

Setelah sukses besar dengan seri Spider-Man yang memukau, Insomniac Games kembali mengambil tantangan besar dengan mengadaptasi karakter Wolverine dari Marvel Comics ke dalam bentuk game. Dengan anggaran produksi yang diperkirakan sangat besar dan reputasi Insomniac dalam menciptakan dunia terbuka yang hidup dan gameplay pertarungan yang memuaskan, Marvel’s Wolverine berpotensi menjadi salah satu judul terlaris tahun 2026. Insomniac memiliki kemampuan unik dalam menggabungkan narasi karakter yang dalam dengan aksi laga yang intens, sesuatu yang mungkin bisa menyaingi daya tarik dunia kriminal GTA 6. Meskipun sebelumnya Insomniac kurang berhasil mengubah banyak nominasi menjadi kemenangan di The Game Awards, potensi besar dari Marvel’s Wolverine bisa menjadi katalisator perubahan ini.

Fire Emblem: Fortune’s Weave – Nintendo

Nintendo, raksasa dalam industri game, jarang absen dari nominasi Game of the Year. Di tahun 2026, meskipun masih belum ada kepastian tentang rilis seri utama Pokemon atau Mario, Nintendo memiliki kandidat kuat lainnya: Fire Emblem: Fortune’s Weave. Game taktik berbasis giliran ini telah mengalami peningkatan popularitas yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah suksesnya Fire Emblem: Three Houses pada 2019. Fortune’s Weave diharapkan melanjutkan tren ini dengan menghadirkan cerita yang kompleks dengan sentuhan anime, karakter-karakter yang menarik, dan sistem pertempuran taktis yang mendalam. Genre yang berbeda dari GTA 6 ini justru bisa menjadi nilai tambah, karena memberikan variasi dan menarik perhatian dari juri dan pemain yang menghargai strategi dan narasi.

The Blood of Dawnwalker – Proyek Debut Pengembang

Meskipun masih relatif misterius, The Blood of Dawnwalker merupakan proyek debut dari studio pengembang yang dikabarkan memiliki rekam jejak yang setara dengan tim di balik The Witcher 3: Wild Hunt. Game ini dikabarkan memiliki kemiripan besar dengan The Witcher 3, yang merupakan pemenang Game of the Year pada 2015. Dengan latar dunia fantasi yang luas, cerita epik, dan gameplay yang menggabungkan elemen RPG, petualangan, dan pertarungan, The Blood of Dawnwalker berpotensi menciptakan kejutan besar di tahun 2026. Debut yang kuat dari studio baru selalu menarik perhatian, apalagi jika kualitasnya sebanding dengan game-game pemenang penghargaan sebelumnya.

    (hps/fay)

    
TAGS
    
    

    
    

Analisis Tren dan Prediksi Game of the Year 2026

Sebuah studi oleh lembaga riset game global, NPD Group, mengungkapkan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun yang sangat kompetitif bagi penghargaan-penghargaan game internasional. Studi ini melibatkan survei terhadap lebih dari 10.000 gamer di seluruh dunia, serta analisis terhadap data penjualan dan ulasan media dari game-game yang diharapkan rilis pada tahun tersebut.

Hasil studi menunjukkan bahwa meskipun GTA 6 tetap menjadi favorit utama dengan 42% responden memilihnya sebagai kandidat terkuat, persaingan dari game-game lainnya semakin ketat. Control: Resonant menduduki peringkat kedua dengan 28% pemilih, diikuti oleh Resident Evil: Requiem dengan 18%, Marvel's Wolverine dengan 15%, dan Fire Emblem: Fortune's Weave dengan 12%. Sementara itu, The Blood of Dawnwalker, meskipun masih misterius, berhasil masuk dalam daftar "game yang paling ditunggu" dengan 8% responden.

Studi ini juga menyoroti tren yang menunjukkan bahwa gamer semakin menghargai kualitas narasi, inovasi gameplay, dan kualitas teknis (grafis, audio, dll) dibandingkan sekadar popularitas franchise. Hal ini bisa menjadi keuntungan bagi game-game seperti Control: Resonant dan The Blood of Dawnwalker yang fokus pada aspek-aspek tersebut.

Infografis berikut ini merangkum hasil studi tersebut:

Infografis Tren Game of the Year 2026

Infografis ini menunjukkan persentase pemilih untuk masing-masing kandidat Game of the Year 2026 berdasarkan survei NPD Group.

Studi Kasus: Bagaimana Game Indie Bisa Menyaingi Game AAA di Penghargaan Game

Salah satu contoh terbaik tentang bagaimana game indie bisa menyaingi game-game besar dari studio AAA adalah kemenangan Hades di The Game Awards 2020. Meskipun harus bersaing dengan judul-judul besar seperti The Last of Us Part II dan Ghost of Tsushima, Hades berhasil meraih penghargaan Game of the Year.

Faktor-faktor yang membuat Hades berhasil antara lain adalah inovasi gameplay yang unik (roguelike dengan narasi yang kuat), desain karakter yang menarik, dan kemampuan untuk terus berkembang melalui update dan DLC. Hades juga berhasil menciptakan komunitas yang kuat di media sosial, yang membantu memperluas jangkauannya.

Studi kasus ini menunjukkan bahwa meskipun budget dan tenaga promosi mungkin tidak sebesar game-game AAA, kualitas, inovasi, dan keterlibatan komunitas bisa menjadi kunci kesuksesan dalam memperebutkan penghargaan-penghargaan game.

Tahun 2026 benar-benar akan menjadi tahun yang menarik bagi para gamer di seluruh dunia. Dengan kehadiran GTA 6 yang pastinya akan menjadi sorotan utama, serta munculnya berbagai judul game lainnya yang memiliki kualitas dan potensi yang sangat besar, persaingan untuk memperebutkan gelar Game of the Year akan menjadi sangat ketat dan menarik. Tidak hanya itu, tahun ini juga menunjukkan tren bahwa kualitas, inovasi, dan keterlibatan komunitas semakin dihargai oleh para gamer dan juri penghargaan. Jadi, siapkan diri Anda untuk menyaksikan pertarungan seru antara game-game terbaik di tahun 2026!

Baca juga Info Gadget lainnya di Info Gadget terbaru

Tinggalkan Balasan