Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri mengungkapkan adanya sekitar 70 anak di Indonesia yang telah terpapar oleh paham kekerasan ekstrem. Mereka tersebar di 19 provinsi, dengan jumlah terbanyak berasal dari Pulau Jawa. Anak-anak ini tergabung dalam berbagai grup media sosial yang dikenal sebagai True Crime Community (TCC), di mana mereka terpapar ideologi-ideologi kekerasan seperti Neo-Nazi dan White Supremacy.
Juru Bicara Densus 88 Polri, Kombes Mayndra Eka, menjelaskan bahwa para anak ini memiliki rencana untuk melakukan aksi kekerasan di lingkungan sekolah. Dalam wawancara yang dilakukan oleh penyelidik, ditemukan bahwa mereka berencana melakukan bunuh diri setelah meledakkan beberapa kelas di sekolah. Sasaran aksi mereka termasuk teman sekelas dan guru, serta mereka bahkan merencanakan untuk merusak CCTV guna menghindari deteksi.
Grup TCC ini tidak hanya menjadi wadah untuk menyebarkan ideologi kekerasan, tetapi juga tempat untuk saling mengajarkan cara membuat alat peledak. Salah satu contohnya adalah bom pipa, yang diajarkan kepada anggota grup. Selain itu, mereka juga diajarkan cara membuat peluru dan merubah pipa menjadi benda yang berbahaya dan mematikan. Mayndra menunjukkan video seorang anak yang merekam tutorial pembuatan bom pipa dalam bahasa Inggris, yang kemudian diunggah ke grup komunitas mereka.
Dalam penggerebekan, tim penyidik juga menemukan sejumlah barang bukti, termasuk bahan kimia untuk membuat bahan peledak, perangkat elektronik, serta atribut-atribut yang berkaitan dengan kekerasan seperti simbol-simbol Neo-Nazi dan White Supremacy.
Upaya pencegahan terhadap aksi kekerasan yang direncanakan oleh anak-anak ini menjadi prioritas utama pihak kepolisian. Menurut Mayndra, penting untuk segera menghentikan niat mereka sebelum aksi kekerasan benar-benar terjadi. Pencegahan ini tidak hanya melibatkan penegakan hukum, tetapi juga perlu adanya pendekatan edukatif dan sosial untuk menghindari penyebaran ideologi kekerasan di kalangan anak muda.
Data Riset Terbaru dari Lembaga Kajian Keamanan Nasional (LKN) 2026 menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam kasus anak-anak yang terpapar paham ekstremisme melalui media sosial dalam dua tahun terakhir. Studi ini melibatkan 200 responden dari 15 provinsi, dan menemukan bahwa 65% dari mereka mengakses konten kekerasan melalui platform media sosial. Infografis yang dirilis LKN menunjukkan bahwa 40% dari anak-anak yang terpapar ideologi kekerasan berasal dari lingkungan keluarga yang kurang harmonis, sementara 35% lainnya berasal dari lingkungan sekolah yang kurang mendukung.
Studi kasus di Jawa Barat menunjukkan bahwa seorang remaja berusia 15 tahun berhasil dicegah dari melakukan aksi kekerasan setelah pihak sekolah dan orang tua bekerja sama dengan Densus 88. Remaja tersebut awalnya tergabung dalam grup TCC dan mulai menunjukkan tanda-tanda radikalisasi. Namun, melalui pendekatan psikologis dan bimbingan spiritual, ia berhasil kembali ke jalan yang benar.
Penting bagi masyarakat, terutama orang tua dan pendidik, untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda radikalisasi di kalangan anak muda. Pengawasan terhadap penggunaan media sosial, penguatan nilai-nilai toleransi, dan komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran ideologi kekerasan. Mari bersama-sama menjaga generasi muda dari pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka. Dengan kolaborasi dan kesadaran bersama, kita dapat menciptakan lingkungan yang aman dan damai bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.