Danantara melaporkan pembangunan kampung haji di Makkah

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Kampung Haji Indonesia di Makkah

Pembangunan kampung haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, terus berjalan. Badan Pengelola Investasi Danantara mengungkapkan bahwa progres proyek ini dijalankan melalui dua jalur strategis yang berjalan paralel.

Jalur pertama fokus pada penguatan fondasi proyek melalui Kawasan Thakher, sementara jalur kedua melibatkan partisipasi aktif dalam mekanisme lelang yang dikelola oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) untuk peluang kawasan lain di sekitar Masjidil Haram.

Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, menjelaskan bahwa Kawasan Thakher mencakup Novotel Thakher Makkah yang telah beroperasi serta sekitar 4,4 hektare lahan kawasan pengembangan yang berlokasi di koridor strategis sekitar 2-3 kilometer dari Masjidil Haram.

Proyek ini memiliki target awal untuk memasuki tahap groundbreaking pada tahun 2026, dengan operasional hotel tambahan direncanakan mulai 2029, mengikuti kesiapan proyek dan perizinan. Pandu menekankan bahwa fokus utama adalah memastikan setiap langkah dilakukan secara prudent, terukur, dan memberi manfaat jangka panjang. Kompleks Haji (Hajj Complex) dibangun sebagai proyek strategis lintas generasi.

Kawasan Thakher saat ini mencakup Novotel Thakher Makkah yang telah beroperasi dengan sekitar 1.461 kamar di tiga menara, serta kurang lebih 14 plot lahan kawasan yang direncanakan untuk pengembangan lanjutan, termasuk area komersial dan pusat ritel. Secara bertahap, kawasan ini dirancang untuk berkembang hingga sekitar 6.000 kamar dengan estimasi kapasitas mencapai kurang lebih 22.000 jemaah, atau sekitar 10% dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya.

Pengembangan Kawasan Thakher tidak hanya difokuskan pada penyediaan akomodasi, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem layanan jamaah yang lebih terintegrasi, mencakup fasilitas ritel, dukungan logistik, serta berbagai layanan penunjang lainnya. Pandu menegaskan bahwa tujuan utama adalah membangun ekosistem, bukan hanya hotel. Kawasan Thakher disiapkan sebagai basis pengembangan layanan jamaah Indonesia yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Sejalan dengan akuisisi Kawasan Thakher, Danantara Indonesia juga tengah mengikuti dan mencermati proses lelang yang dijalankan RCMC. Sebagai otoritas pengembangan Kota Makkah, RCMC menetapkan arah kebijakan, tata kawasan, serta skema pengembangan untuk proyek-proyek strategis di Makkah. Dalam kerangka tersebut, Danantara Indonesia menempatkan pengembangan Kompleks Haji (Hajj Complex) sebagai bagian dari strategi jangka panjang yang selaras dengan master plan Kota Makkah dan kerangka kerja yang ditetapkan RCMC.

RCMC menawarkan sejumlah plot kawasan dengan berbagai karakteristik lokasi, peruntukan, dan jarak terhadap Masjidil Haram. Prosesnya mencakup tahapan penawaran, evaluasi teknis dan finansial, serta seleksi investor yang dinilai mampu mengembangkan kawasan sesuai master plan Kota Makkah. Pandu menjelaskan bahwa RCMC adalah bagian penting dari ekosistem pengembangan Makkah. Danantara Indonesia masih terlibat dalam proses tersebut sebagai bagian dari eksplorasi jangka panjang untuk Kompleks Haji (Hajj Complex), tentu dengan pendekatan yang sangat selektif dan berbasis kajian menyeluruh.

Proyek ini merupakan langkah strategis Indonesia dalam meningkatkan kualitas layanan haji bagi jemaahnya di Tanah Suci. Dengan membangun kampung haji yang terintegrasi dan berkelanjutan, diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih nyaman dan memuaskan bagi para jemaah haji Indonesia.

Data Riset Terbaru:
Menurut data dari Kementerian Agama Republik Indonesia, jumlah jemaah haji Indonesia pada tahun 2023 mencapai sekitar 221.000 orang. Dengan kapasitas 22.000 jemaah yang ditargetkan oleh Kawasan Thakher, proyek ini akan mampu menampung sekitar 10% dari total jemaah haji Indonesia setiap tahunnya. Selain itu, berdasarkan studi dari Badan Pengelola Investasi Danantara, proyek ini diperkirakan akan menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja selama masa pembangunan dan lebih dari 2.000 tenaga kerja selama masa operasional.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Proyek Kampung Haji Indonesia di Makkah merupakan langkah strategis yang sangat penting bagi Indonesia. Dengan membangun kawasan yang terintegrasi dan berkelanjutan, Indonesia tidak hanya memberikan layanan yang lebih baik bagi jemaah hajinya, tetapi juga menunjukkan komitmen jangka panjang dalam mendukung sektor haji dan umrah. Pendekatan dua jalur yang diambil oleh Danantara Indonesia, yaitu melalui akuisisi Kawasan Thakher dan partisipasi dalam lelang RCMC, menunjukkan strategi yang bijaksana dan berhati-hati. Dengan membangun fondasi yang kuat terlebih dahulu, Indonesia dapat memastikan bahwa proyek ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi para jemaah hajinya.

Studi Kasus:
Sebagai studi kasus, dapat dilihat pengalaman negara-negara lain yang telah membangun kampung haji di Makkah, seperti Malaysia dan Turki. Kedua negara tersebut telah berhasil membangun kampung haji yang modern dan nyaman, yang memberikan layanan yang sangat baik bagi jemaah hajinya. Dengan mempelajari pengalaman negara-negara tersebut, Indonesia dapat mengambil pelajaran berharga dalam membangun kampung haji yang terbaik bagi para jemaahnya.

Infografis:

  • Luas Kawasan Thakher: 4,4 hektare
  • Jumlah kamar saat ini: 1.461 kamar
  • Target jumlah kamar: 6.000 kamar
  • Kapasitas jemaah: 22.000 jemaah
  • Jarak dari Masjidil Haram: 2-3 kilometer
  • Estimasi penyerapan tenaga kerja: 5.000+ selama pembangunan, 2.000+ selama operasional

Dengan komitmen yang kuat dan pendekatan yang bijaksana, proyek Kampung Haji Indonesia di Makkah diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas layanan haji bagi jemaah Indonesia. Mari kita dukung dan doakan agar proyek ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi umat Islam di Indonesia.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan