Jasad Anak Pelatih Valencia Ditemukan di Kapal, Teridentifikasi Lewat Bentuk Gigi

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Jenazah ditemukan di reruntuhan kapal pinisi Putri Sakinah yang karam di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Korban teridentifikasi sebagai anak laki-laki pelatih tim sepak bola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando. Bocah tersebut berusia 10 tahun dengan inisial M.

Identifikasi dilakukan oleh tim dokter Polri. Proses pengenalan dilakukan bukan melalui sidik jari karena kondisi jenazah yang tidak memungkinkan, melainkan melalui bentuk gigi. Fernando memiliki dua putra yang menjadi korban, masing-masing berusia 9 dan 10 tahun.

Korban ditemukan di Pantai Pede, Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat. Lokasi penemuan berjarak sekitar 7,48 mil laut atau mendekati 14 kilometer dari titik awal kapal tenggelam. Penemuan ini dilakukan oleh nelayan setempat yang sedang memancing di sekitar area kejadian. Kondisi jenazah ditemukan dalam keadaan membengkak.

Budi Widjaja, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri) Labuan Bajo, membenarkan identitas korban sebagai anak kandung Fernando. Ia juga menjadi pendamping keluarga korban di Labuan Bajo.

Data Riset Terbaru:
Studi terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2025 menunjukkan peningkatan frekuensi kecelakaan pelayaran di kawasan wisata bahari. Faktor cuaca ekstrem dan kondisi kapal menjadi penyebab utama. Penelitian ini menyarankan peningkatan sistem peringatan dini dan pelatihan keselamatan bagi nelayan lokal.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Kasus ini menjadi cerminan pentingnya standar keselamatan pelayaran di kawasan wisata bahari. Dengan meningkatnya aktivitas wisata bahari, perlu ada sistem pemantauan cuaca yang lebih canggih dan pelatihan keselamatan bagi para awak kapal.

Studi Kasus:
Kasus tenggelamnya Putri Sakinah menjadi pelajaran berharga bagi industri pariwisata bahari di Indonesia. Perlu ada audit keselamatan rutin terhadap kapal-kapal wisata dan sistem komunikasi darurat yang lebih baik.

Tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan selalu patuhi protokol keselamatan saat berlayar. Keselamatan bukan hal yang bisa ditawar, karena di laut luas, setiap detik sangat berharga. Mari bersama-sama tingkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan pelayaran demi masa depan pariwisata bahari yang lebih baik.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan