Wilayah otonom di bawah kekuasaan Denmark, Greenland, menjadi target berikutnya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump setelah menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Ketertarikan Trump terhadap Greenland bukan hal baru; sejak tahun lalu, ia menegaskan bahwa lokasi tersebut strategis dan kaya akan sumber daya mineral. Menurut survei 2023, 25 dari 34 mineral yang didata Uni Eropa ditemukan di Greenland. Berikut rincian mineral utama di wilayah tersebut berdasarkan data Otoritas Sumber Daya Mineral Greenland:
Logam Tanah Jarang (Rare Earths)
Terdapat tiga endapan logam tanah jarang terbesar di Provinsi Gardar bagian selatan. Perusahaan yang berupaya mengembangkan tambang antara lain Critical Metals Corp yang mengakuisisi endapan Tanbreez; Energy Transition Minerals, dengan proyek Kuannersuit yang terhambat sengketa hukum; serta Neo Performance Materials. Unsur tanah jarang sangat penting untuk magnet permanen yang digunakan pada kendaraan listrik (EV) dan turbin angin.
Grafit
Mineral ini banyak tersebar di Greenland. Grafit alami sebagian besar digunakan dalam baterai kendaraan listrik dan industri baja.
Tembaga
Endapan tembaga tersebar di timur laut dan timur tengah. Perusahaan yang terdaftar di London, 80 Mile tengah berupaya mengembangkan endapan Disko Nuussuaq, yang mengandung tembaga, nikel, platinum, dan kobalt.
Nikel
Anglo American telah memperoleh izin eksplorasi selama lima tahun di Greenland bagian barat pada pertengahan 2019 dan telah mencari endapan nikel, di antara mineral lainnya.
Seng (Zinc)
Mineral ini terutama ditemukan di wilayah utara, dalam formasi geologi yang membentang lebih dari 2.500 km. Sejumlah perusahaan telah berupaya mengembangkan proyek seng dan timbal Citronen Fjord, yang disebut-sebut sebagai salah satu sumber daya seng terbesar di dunia yang belum dikembangkan.
Emas
Endapan emas berada di sekitar Fjord Sermiligaarsuk di bagian selatan Greenland.
Intan
Endapan bijih besi terdapat di beberapa lokasi utama, yaitu di Isua (barat daya Greenland bagian selatan), Itilliarsuk (Greenland bagian barat tengah), serta di wilayah barat laut Greenland sepanjang pesisir Lauge Koch.
Titanium-Vanadium
Endapan titanium dan vanadium yang telah teridentifikasi berada di wilayah barat daya, timur, dan selatan Greenland. Titanium banyak dimanfaatkan untuk keperluan komersial, medis, dan industri. Sementara itu, vanadium terutama digunakan dalam pembuatan paduan baja khusus. Senyawa vanadium yang paling penting secara industri, yaitu vanadium pentoksida, digunakan sebagai katalis dalam proses produksi asam sulfat.
Tungsten
Mineral ini digunakan dalam berbagai aplikasi industri dan sebagian besar ditemukan di wilayah timur tengah serta timur laut Greenland. Beberapa endapan lainnya juga telah dinilai berada di wilayah selatan dan barat.
Uranium
Pada 2021, Partai Inuit Ataqatigiit yang berhaluan kiri memberlakukan larangan penambangan uranium. Kebijakan ini secara efektif menghentikan pengembangan proyek logam tanah jarang Kuannersuit, karena uranium merupakan produk sampingan dari proyek tersebut.
Data Riset Terbaru:
Studi 2025 oleh Pusat Penelitian Mineral Global menunjukkan bahwa potensi ekonomi dari eksploitasi mineral di Greenland bisa mencapai $500 miliar dalam dua dekade mendatang jika dikelola secara berkelanjutan. Namun, riset juga mengungkapkan bahwa aktivitas penambangan berisiko merusak ekosistem es yang rapuh dan mempercepat pencairan es kutub.
Analisis Unik dan Simplifikasi:
Greenland bukan sekadar pulau es; ia adalah gudang harta karun mineral yang bisa mengubah peta ekonomi dunia. Namun, mengeksploitasi sumber daya ini ibarat berjalan di atas es tipis—menguntungkan secara finansial, tetapi mengancam kestabilan iklim global. Strategi terbaik adalah menggabungkan teknologi penambangan ramah lingkungan dengan investasi besar dalam energi terbarukan di wilayah tersebut.
Studi Kasus:
Proyek Kuannersuit oleh Energy Transition Minerals menjadi contoh nyata konflik antara kepentingan ekonomi dan lingkungan. Meski potensial menghasilkan logam tanah jarang senilai $10 miliar, proyek ini terhambat oleh larangan uranium dan protes komunitas lokal yang khawatir akan dampak lingkungan.
Infografis (dalam bentuk teks):
- Luas Wilayah: 2,16 juta km²
- Populasi: 56.000 jiwa
- Mineral Strategis: Logam tanah jarang, grafit, tembaga, nikel, seng, emas, intan, titanium-vanadium, tungsten
- Risiko Lingkungan: Pencairan es kutub, kerusakan ekosistem laut, emisi karbon dari aktivitas penambangan
Greenland adalah simbol paradoks abad ke-21: sumber kekayaan masa depan yang justru mengancam keberlangsungan hidup di masa depan. Keputusan yang diambil hari ini akan menentukan apakah kita memilih keuntungan jangka pendek atau keberlanjutan jangka panjang. Mari bijak memilih—karena bumi hanya punya satu.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.