Kim Jong Un Tinjau Pembangunan Monumen Prajurit Korea Utara yang Gugur

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

        

Foto

Tripa Ramadhan - detikNews

Selasa, 06 Jan 2026 22:30 WIB

Korea Utara – Kim Jong Un dikabarkan memantau langsung proses pembangunan sebuah monumen yang didedikasikan bagi prajurit Korea Utara yang tewas saat menjalankan tugas di luar negeri. Monumen tersebut dianggap sebagai simbol bentuk penghargaan negara terhadap pengorbanan para tentara.

Kim Jong Un, yang dikenal sebagai sosok pemimpin yang jarang terlihat dalam aktivitas publik, kali ini tampak hadir secara langsung di lokasi pembangunan monumen tersebut. Kunjungan ini menunjukkan betapa pentingnya penghormatan terhadap para prajurit yang gugur dalam menjalankan misi internasional. Menurut sumber-sumber lokal, pembangunan monumen ini merupakan proyek strategis yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah Pyongyang.

Monumen ini dirancang untuk menjadi tempat peringatan dan penghormatan terhadap para tentara Korea Utara yang kehilangan nyawa saat bertugas di luar negeri. Meskipun Pyongyang jarang mengungkapkan detail tentang kehadiran militer mereka di luar negeri, namun laporan-laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Korea Utara telah mengirimkan pasukan ke berbagai negara dalam konteks pelatihan militer, bantuan teknis, atau bahkan dalam beberapa kasus sebagai bagian dari konflik bersenjata.

Pembangunan monumen ini juga bisa dilihat sebagai bagian dari upaya pemerintah Korea Utara untuk memperkuat narasi nasionalisme dan semangat patriotisme di tengah-tengah masyarakat. Dengan membangun monumen yang megah, pemerintah berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk tetap setia dan rela berkorban demi negara.

Selain itu, monumen ini juga diharapkan dapat menjadi simbol kekuatan militer Korea Utara di mata dunia. Dengan menunjukkan bahwa mereka menghargai dan menghormati para prajurit yang gugur, Pyongyang ingin menyampaikan pesan bahwa militer mereka adalah kekuatan yang tangguh dan siap menghadapi tantangan apa pun.

Beberapa analis militer menilai bahwa pembangunan monumen ini juga bisa menjadi indikasi bahwa Korea Utara sedang memperkuat identitas militer mereka, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat di Semenanjung Korea. Dengan membangun monumen yang megah, Pyongyang ingin menunjukkan bahwa mereka tidak akan pernah melupakan jasa para prajurit yang telah berkorban demi negara.

Studi kasus pembangunan monumen serupa di negara-negara lain menunjukkan bahwa monumen semacam ini sering kali digunakan sebagai alat propaganda untuk memperkuat semangat nasionalisme dan patriotisme. Misalnya, di Korea Selatan, terdapat monumen peringatan bagi para prajurit yang gugur dalam Perang Korea, yang menjadi simbol penting dalam memori kolektif bangsa. Begitu pula di Amerika Serikat, monumen seperti Vietnam Veterans Memorial di Washington, D.C., menjadi tempat penting bagi masyarakat untuk mengenang para prajurit yang tewas dalam Perang Vietnam.

Infografis yang dapat ditambahkan:

  • Jumlah prajurit Korea Utara yang diketahui tewas dalam misi luar negeri (per tahun)
  • Lokasi-lokasi tempat prajurit Korea Utara diketahui bertugas
  • Perbandingan monumen militer di berbagai negara

Pembangunan monumen bagi prajurit Korea Utara yang gugur dalam misi luar negeri ini bukan hanya sekadar bentuk penghormatan, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat narasi nasionalisme dan semangat patriotisme di tengah-tengah masyarakat. Dengan monumen ini, Pyongyang ingin menunjukkan bahwa mereka tidak akan pernah melupakan jasa para prajurit yang telah berkorban demi negara, sekaligus memperkuat citra militer mereka di mata dunia. Di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat, monumen ini menjadi simbol penting dalam memori kolektif bangsa Korea Utara, mengingatkan seluruh rakyat akan pentingnya semangat patriotisme dan kesiapan untuk berkorban demi negara.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan