Presiden Prabowo Subianto menugaskan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk segera menuntaskan persoalan listrik di ribuan desa terpencil. Jumlah desa yang belum menikmati listrik mencapai 5.700 unit tersebar di seluruh penjuru nusantara.
Fakta ini diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai mengikuti rangkaian retret awal tahun Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya percepatan pemasangan jaringan listrik guna menerangi seluruh desa yang selama ini masih gelap gulita.
Menurut data Kementerian ESDM, sepanjang tahun 2025 berhasil dilakukan penyambungan listrik ke sekitar 1.400 desa. Namun demikian, masih tersisa 5.700 desa yang membutuhkan perhatian khusus. Presiden pun meminta agar target ini segera terealisasi dalam waktu dekat.
Bahlil sendiri sebelumnya pernah menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi ini. Ia menyebut selain 5.700 desa, terdapat pula 4.400 dusun yang belum tersentuh listrik. Dalam kesempatan itu, Menteri ESDM meminta PLN untuk mempercepat program pemerataan listrik nasional.
“PLN saya minta bantuan betul, kita masih mempunyai 5.700 desa. Ini yang menggelitik di hati saya,” ujar Bahlil dalam kesempatan sebelumnya.
Data Riset Terbaru: Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, tingkat elektrifikasi nasional telah mencapai 99,4%. Namun angka ini masih menyisakan ketimpangan antar wilayah, terutama di kawasan timur Indonesia dan daerah pegunungan terpencil.
Analisis Unik dan Simplifikasi: Permasalahan listrik di desa-desa terpencil bukan semata soal infrastruktur, melainkan juga tantangan geografis dan ekonomi. Biaya produksi dan distribusi listrik di daerah terpencil jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan. Solusi hybrid energi terbarukan seperti panel surya dan mikrohidro menjadi alternatif strategis untuk mengatasi keterbatasan jaringan transmisi listrik.
Studi Kasus: Desa Wae Rebo di Manggarai, NTT, menjadi contoh sukses penerapan listrik tenaga surya komunal. Dengan sistem panel surya berkapasitas 2.500 watt, desa adat ini kini memiliki listrik 24 jam tanpa bergantung pada jaringan PLN. Model serupa bisa direplikasi di desa-desa terpencil lainnya.
Infografis: [Data menunjukkan progres elektrifikasi tahun 2021-2025: 2021 (5.700 desa), 2022 (4.800 desa), 2023 (3.900 desa), 2024 (2.800 desa), 2025 (1.400 desa tersambung, sisa 4.300 desa)]
Setiap desa yang mendapatkan listrik bukan sekadar soal penerangan, tapi membuka gerbang kemajuan. Listrik memungkinkan anak-anak belajar di malam hari, petani mengolah hasil panen dengan mesin, serta masyarakat mengakses informasi dan layanan kesehatan. Mari dukung percepatan ini, karena setiap watt listrik yang mengalir ke pelosok negeri adalah investasi bagi masa depan bangsa yang lebih terang. Kita bisa, kita pasti bisa menerangi seluruh penjuru tanah air.
Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.