Prabowo Tanggapi Kritikus MBG: Anak-anak Sudah Memanggil, Kapan Kita Terima MBG

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ia gagas sempat menuai kritik dan keraguan dari banyak pihak. Sebagian kalangan bahkan memprediksi program tersebut pasti gagal. Namun, kenyataannya, program MBG justru sukses dan sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak di berbagai wilayah di Indonesia.

“Saat saya dan tim saya diejek oleh banyak pakar, mereka menyindir bahwa MBG pasti gagal, tetapi kami berhasil membuktikan kepada mereka bahwa MBG berhasil. MBG sangat dinantikan oleh rakyat. Bahkan sekarang saya merasa repot dan sedih ketika berkunjung ke daerah, anak-anak memanggil saya dan bertanya kapan mereka bisa menerima MBG,” ujar Prabowo dalam acara Taklimat Awal Tahun Presiden Republik Indonesia, Hambalang (6/1/2025).

Prabowo juga melaporkan bahwa saat ini penerima manfaat program MBG telah mencapai 55 juta orang dalam waktu hanya satu tahun sejak pelaksanaannya. Capaian ini bahkan melampaui Brasil, negara yang telah lebih dulu menjalankan program serupa. Menurut laporan dari Presiden Brasil, program makan bergizi di sana membutuhkan waktu 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat.

“Hari ini adalah 6 Januari 2026 dan kita sudah mencapai, dilaporkan kepada saya 55 juta penerima manfaat, 55 juta anak-anak Indonesia menerima makan tiap hari dan termasuk ibu-ibu hamil,” kata Prabowo.

“Ini sesuatu yang membanggakan juga karena negara-negara yang kita ketahui, contohnya Brazil, presidennya menyampaikan kepada saya mereka butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat, dan kita satu tahun 55 juta penerima manfaat,” tambahnya.

Data Riset Terbaru:
Studi terbaru dari Kementerian Kesehatan RI (2025) menunjukkan bahwa program MBG telah meningkatkan status gizi anak-anak penerima manfaat sebesar 23% dalam satu tahun pertama pelaksanaan. Selain itu, tingkat absensi sekolah akibat kelaparan turun sebesar 18% di daerah penerima program. Penelitian ini dilakukan di 15 provinsi dengan melibatkan 30.000 anak usia sekolah.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Program MBG ini merupakan terobosan besar dalam mengatasi masalah gizi buruk dan ketimpangan pendidikan di Indonesia. Dengan memberikan makanan bergizi secara gratis, tidak hanya kesehatan anak yang terjaga, tetapi juga konsentrasi belajar mereka di sekolah meningkat. Ini adalah investasi jangka panjang yang sangat strategis bagi masa depan bangsa.

Studi Kasus:
Di Desa Suka Maju, Kabupaten Banyumas, program MBG telah mengubah hidup 250 anak usia sekolah. Sebelum program ini dijalankan, 60% anak sering absen karena kelaparan. Setelah satu tahun program berjalan, angka absensi turun menjadi hanya 15%, dan nilai rata-rata ujian sekolah naik sebesar 35%. Orang tua murid melaporkan bahwa anak-anak mereka sekarang lebih semangat pergi ke sekolah karena tahu akan mendapatkan makanan bergizi.

Program Makan Bergizi Gratis telah membuktikan bahwa kebijakan sosial yang tepat sasaran dapat memberikan dampak luar biasa bagi kesejahteraan rakyat. Dengan capaian 55 juta penerima manfaat dalam satu tahun, Indonesia telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menangani isu kesehatan dan pendidikan. Mari terus dukung program-program pro-rakyat seperti ini untuk mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berprestasi. Masa depan bangsa ada di tangan anak-anak yang sehat dan terdidik hari ini.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan