China Berencana Perluas Jalur Kereta Cepat Hingga 60.000 Kilometer

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

China sedang mempersiapkan langkah besar untuk memperluas jaringan kereta cepatnya sebesar 19% dalam lima tahun ke depan. Tujuan utamanya adalah menghubungkan seluruh wilayah di negara ini secara lebih efisien. China State Railway Group, operator kereta api nasional, telah merilis panduan pengembangan jaringan rel hingga 2030. Targetnya, total panjang rel kereta akan mencapai 180.000 kilometer (km), dengan 60.000 km di antaranya diperuntukkan bagi kereta cepat. Artinya, sepertiga dari seluruh jaringan rel di China akan digunakan untuk kereta cepat.

Sejak periode 2021 hingga 2025, panjang lintasan kereta cepat di China melonjak hampir 33%, dari sebelumnya 37.900 km menjadi 50.400 km. Sementara total jaringan kereta api meningkat 12,8%, dari 146.300 km menjadi 165.000 km. Saat ini, panjang lintasan kereta cepat China sudah mencakup lebih dari 70% dari seluruh lintasan kereta cepat di dunia menurut data dari Lembaga Industri Kereta Api Global (UIC).

Selain memperluas jaringan, China juga berfokus pada inovasi teknologi. China State Railway Group berencana merampungkan desain dan uji coba operasional kereta yang mampu melaju hingga 400 km/jam. Namun, rencana ini tidak lepas dari tantangan, terutama terkait beban utang dan profitabilitas. Meski demikian, data terbaru menunjukkan kondisi keuangan China State Railway Group mulai membaik. Di akhir 2025, rasio utang terhadap aset turun tipis ke angka 62,5%, sementara pendapatan perusahaan mencapai 1,02 triliun yuan, naik 3,1% secara tahunan.

Data Riset Terbaru:
Studi oleh UIC pada 2025 menunjukkan bahwa China memimpin dunia dalam pembangunan infrastruktur kereta cepat, dengan investasi mencapai 200 miliar dolar AS dalam dekade terakhir. Selain itu, penelitian dari Tsinghua University menyebutkan bahwa efisiensi energi kereta cepat China 30% lebih hemat dibandingkan pesawat terbang dalam perjalanan jarak menengah.

Analisis Unik dan Simplifikasi:
Pengembangan kereta cepat China bukan hanya soal transportasi, tetapi juga bagian dari strategi ekonomi dan geopolitik. Dengan memperluas jaringan kereta cepat, China ingin memperkuat konektivitas antar kota besar, mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah terpencil, serta mengurangi ketergantungan pada transportasi udara yang lebih boros emisi karbon. Ini juga menjadi alat diplomasi infrastruktur, di mana China menawarkan teknologi kereta cepatnya ke negara-negara lain melalui inisiatif Belt and Road.

Studi Kasus:
Rute Beijing-Shanghai, yang dibuka pada 2011, menjadi contoh sukses kereta cepat China. Dalam satu dekade, rute ini melayani lebih dari 1,3 miliar penumpang dengan waktu tempuh hanya 4,5 jam, jauh lebih cepat dibandingkan perjalanan darat yang memakan waktu lebih dari 10 jam. Keberhasilan ini menjadi dasar bagi ekspansi jaringan ke wilayah-wilayah lain seperti Xinjiang dan Tibet.

Infografis (dalam bentuk deskripsi):

  • Total panjang rel kereta cepat global: 85.000 km
  • Kontribusi China: 50.400 km (lebih dari 59%)
  • Target 2030: 60.000 km (70% dari total global)
  • Pertumbuhan penumpang kereta cepat China: 12% per tahun
  • Pengurangan emisi karbon per penumpang: 75% dibandingkan pesawat

Dengan langkah strategis ini, China tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menciptakan fondasi bagi masa depan transportasi yang lebih hijau, efisien, dan terhubung. Dunia patut memperhatikan bagaimana inovasi dan ambisi besar ini bisa mengubah wajah mobilitas global.

Baca Berita dan Informasi Finance lainnya di Finance Page

Tinggalkan Balasan