Bagi sebagian masyarakat, debu mungkin terasa seperti partikel kecil yang bisa dibersihkan dengan mudah. Namun, kenyataan berbeda dirasakan warga sekitar lokasi penggilingan pasir di Sukamaju Kidul dan Kelurahan Indihiang, Kota Tasikmalaya. Di sana, debu bukan sekadar noda biasa—melainkan kehadiran yang nyaris permanen. Ia menempel di dedaunan, masuk melalui celah jendela, dan ikut serta dalam kehidupan sehari-hari tanpa diundang. Suara mesin penggilingan dan lalu lalang truk pengangkut material terdengar hampir sepanjang hari, menciptakan polusi udara dan kebisingan yang mengganggu ketenangan lingkungan.
Pemandangan hijau di sekitar area usaha pun mulai memudar, tertutup lapisan abu tipis yang memantulkan cahaya matahari. Bagi warga setempat, kondisi ini bukan hanya soal estetika, melainkan masalah kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup. Keluhan pun bermunculan—ada yang disampaikan melalui media sosial, ada pula yang dilaporkan secara resmi kepada instansi terkait. Respon pun datang cepat. Pada Senin, 5 Januari 2026, Satpol PP Kota Tasikmalaya turun langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti aduan masyarakat.
Kepala Bidang Ketertiban Umum, Ketenteraman dan Perlindungan Masyarakat (Tibum, Trantrib dan Tranmas) Satpol PP Kota Tasikmalaya, Budhi Hermawan, menjelaskan bahwa kehadiran tim merupakan bentuk tanggap atas aspirasi warga. Didampingi oleh perangkat kelurahan, Bhabinkamtibmas, serta Kasi Trantib Sukamaju Kidul, tim Unit Bimbingan dan Penyuluhan (Binluh) Satpol PP melakukan pengecekan di dua titik utama: wilayah Sukamaju Kidul dan Kelurahan Indihiang. Di Sukamaju Kidul, pertemuan dilakukan dengan perwakilan keluarga pemilik usaha penggilingan pasir.
Diskusi berlangsung secara dialogis tanpa ketegangan. Satpol PP menekankan pentingnya menjaga ketertiban lingkungan. Imbauan disampaikan secara persuasif: aktivitas usaha boleh berjalan, tetapi harus tetap memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat sekitar. Beberapa poin penting disampaikan, seperti wajib menggunakan terpal saat mengangkut material, rutin melakukan penyiraman di area jalan dan tanaman, serta pengaturan jadwal operasional agar tidak berlangsung hingga larut malam.
Pihak pengusaha merespons dengan kooperatif dan menyatakan kesiapan untuk mematuhi seluruh imbauan. Bagi sebagian warga, ini merupakan angin segar. Sebab selama ini, debu bukan hanya menempel di permukaan, melainkan juga menghantui kehidupan sehari-hari. Ada yang khawatir anak-anaknya terserang batuk berkepanjangan, ada yang lelah harus membersihkan rumah lebih sering, dan ada pula yang sekadar ingin membuka jendela tanpa rasa was-was.
Data Riset Terbaru: Dampak Debu dari Aktivitas Penggilingan Pasir terhadap Kesehatan dan Lingkungan
Studi terkini dari Journal of Environmental Health Science & Engineering (2024) menunjukkan bahwa partikel debu halus (PM10 dan PM2.5) yang dihasilkan dari aktivitas penggilingan dan pengangkutan material bangunan dapat menyebabkan gangguan pernapasan, alergi, dan penurunan kualitas tanaman di sekitar lokasi. Riset ini mengungkap bahwa area yang terpapar debu secara intensif mengalami penurunan fotosintesis hingga 30% akibat lapisan partikel yang menutupi stomata daun. Selain itu, polusi suara dari mesin dan kendaraan berat juga terbukti meningkatkan stres oksidatif pada manusia, terutama pada anak-anak dan lansia.
Analisis Unik dan Simplifikasi: Mengapa Debu Lebih dari Sekadar Kotoran?
Debu dari aktivitas industri kecil seperti penggilingan pasir sering dianggap sepele, padahal ia adalah indikator dari tata kelola lingkungan yang belum optimal. Dalam konteks ekosistem perkotaan, debu bukan hanya berdampak pada kesehatan manusia, tetapi juga pada rantai ekologis—seperti menurunnya populasi serangga penyerbuk akibat daun yang tertutup partikel. Solusi terbaik bukan menghentikan usaha, melainkan menerapkan prinsip ekonomi hijau: usaha tetap jalan, warga tetap nyaman, lingkungan tetap terjaga.
Studi Kasus: Penanganan Debu di Wilayah Perkotaan
Kasus serupa pernah terjadi di Kota Bandung pada 2022, di mana aktivitas penggilingan batu di kawasan Cimenyan menyebabkan protes massal warga. Pemerintah kota akhirnya menerapkan sistem penyiraman otomatis, penutupan material wajib, dan zona waktu operasional terbatas. Hasilnya, tingkat kepuasan warga naik 65% dalam enam bulan, dan kasus gangguan pernapasan turun drastis.
Infografis: Langkah Nyata untuk Udara Lebih Bersih
- Wajibkan truk pengangkut menggunakan terpal penutup
- Sediakan unit penyiraman portable di jalur lalu lintas material
- Terapkan jam operasional: maksimal pukul 18.00 WIB
- Libatkan warga dalam forum diskusi lingkungan bulanan
- Lakukan pemantauan kualitas udara secara berkala
Ketika debu menjadi bagian dari rutinitas, artinya kita sedang kehilangan hak atas udara bersih dan ketenangan. Bukan berarti harus menghentikan aktivitas ekonomi, tetapi menyeimbangkannya dengan tanggung jawab sosial. Setiap guratan debu di jendela adalah pesan diam dari alam dan masyarakat: bahwa kemajuan tak boleh menginjak kenyamanan. Saatnya kita bergerak bukan hanya untuk membersihkan, tetapi untuk menciptakan sistem yang menjaga kebersihan itu sendiri—secara berkelanjutan.
Baca juga Berita lainnya di News Page

Saya adalah jurnalis di thecuy.com yang fokus menghadirkan berita terkini, analisis mendalam, dan informasi terpercaya seputar perkembangan dunia finansial, bisnis, teknologi, dan isu-isu terkini yang relevan bagi pembaca Indonesia.
Sebagai jurnalis, saya berkomitmen untuk:
Menyajikan berita yang akurasi dan faktanya terverifikasi.
Menulis dengan bahasa yang mudah dipahami, namun tetap menjaga integritas jurnalistik.
Menghadirkan laporan mendalam yang memberi perspektif baru bagi pembaca.
Di thecuy.com, saya tidak hanya melaporkan berita, tetapi juga berupaya menganalisis tren agar pembaca dapat memahami konteks di balik setiap peristiwa.
📌 Bidang Liputan Utama:
Berita Terbaru & ekonomi, keuangan.
Perkembangan teknologi dan inovasi digital.
Tren bisnis dan investasi.
Misi saya adalah membantu pembaca mendapatkan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipercaya, sehingga mereka bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha.
📞 Kontak
Untuk kerja sama media atau wawancara, silakan hubungi melalui halaman Kontak thecuy.com atau email langsung ke admin@thecuy.com.