Perempuan Mengemudi Fortuner Ugal-Ugalan Nyaris Dikeroyok di Pantai Pangandaran

Jurnalis Berita

By Jurnalis Berita

Sebuah kejadian menegangkan terjadi di kawasan wisata Pantai Pangandaran, Senin (5/1/2026), saat seorang wanita pengemudi mobil Toyota Fortuner diduga melakukan aksi ugal-ugalan dan nyaris menjadi sasaran amuk massa. Polres Pangandaran pun segera mengamankan perempuan berinisial F (41) tersebut untuk menghindari eskalasi yang lebih serius.

Video yang terekam oleh warga menunjukkan momen tegang ketika pengemudi mobil Fortuner tersebut dipaksa keluar oleh sejumlah warga, dengan kehadiran polisi di lokasi. Adu mulut terjadi saat upaya menarik keluar pengemudi dari dalam mobil berlangsung. Insiden ini kemudian menyebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan publik.

Kanit Humas Polres Pangandaran, Aiptu Yusdiana, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, F diamankan karena diduga melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya menduga ada gangguan kesehatan mental yang dialami oleh wanita tersebut.

“Karena ada dugaan sedikit gangguan kesehatan (mental) terhadap yang bersangkutan, kami mengundang dinas kesehatan dan sosial, untuk menindaklanjuti yang bersangkutan,” ujarnya.

Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan dari tenaga medis sebelum memutuskan langkah selanjutnya terkait pemulangan F. Yusdiana juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas demi menciptakan rasa aman bagi semua pengguna jalan.

Dalam konteks ini, perilaku berkendara yang tidak tertib bukan hanya berpotensi membahayakan diri sendiri, tetapi juga dapat memicu reaksi emosional dari masyarakat sekitar. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran berlalu lintas, terutama di kawasan objek wisata yang ramai dikunjungi.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya pendekatan kesehatan mental dalam penanganan insiden serupa. Alih-alih langsung menghakimi, penting untuk memahami kemungkinan adanya faktor kesehatan yang memengaruhi perilaku seseorang. Dengan demikian, penyelesaian dapat dilakukan secara lebih manusiawi dan berkelanjutan.

Mari kita jadikan kejadian ini sebagai pelajaran bersama untuk selalu menjaga ketertiban, empati, dan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Keamanan dan kenyamanan bersama adalah tanggung jawab kita semua.

Baca juga Berita lainnya di News Page

Tinggalkan Balasan